[Faedah yang agung
Rasulullah ﷺ memadukan takwa kepada Allah dan akhlak yang baik (1); sebab takwa kepada Allah membenahi hubungan hamba dengan Rabb-nya, sedangkan akhlak yang mulia membenahi hubungannya dengan sesama makhluk. Takwa menuntut kecintaan Allah kepadanya, sementara akhlak yang baik mengundang kecintaan manusia kepadanya.
Faedah yang agung
Antara seorang hamba, Allah, dan surga terdapat sebuah jembatan yang diputus dengan dua langkah: satu langkah meninggalkan dirinya sendiri dan satu langkah meninggalkan makhluk. Ia menyingkirkan dirinya di hadapan manusia dan menafikannya, serta menyingkirkan manusia di hadapan Allah dan menafikannya; sehingga ia tak menoleh kecuali kepada orang yang menunjukkan jalan menuju Allah dan menuju jalan yang mengantarkan kepadanya.
• Seorang pemberi nasihat berseru kepada para sahabat dengan firman Allah, “Telah dekat bagi manusia perhitungan mereka” (Al-Anbiyā’: 1); hati mereka pun gundah karena takut, dan karena kewaspadaan, mata mereka meneteskan air mata, “lalu mengalirlah lembah-lembah menurut ukurannya” (Ar-Ra‘d: 17).
• Dunia berhias di hadapan ‘Ali, lalu beliau berkata, “Engkau kuceraikan tiga kali, aku tidak akan kembali lagi kepadamu!” (2). Sesungguhnya satu talak sudah cukup sesuai sunah, tetapi beliau menjadikannya tiga agar nafsu tak membayangkan boleh rujuk. Agama beliau yang lurus dan fitrah beliau yang bersih enggan terhadap pernikahan perantara—apalagi beliau termasuk perawi hadis: “Allah melaknat laki-laki yang menjadi pernikahan perantara” (3)!
• Di rumah dunia ini tak ada tempat menyepi; maka jadikanlah tempat itu di dalam dirimu sendiri.]