pihak yang menggugatnya.
• Bila api balas dendam tersulut dari api kemarahan, ia mula-mula membakar si penyulutnya sendiri.
• Tautkanlah amarahmu dengan rantai kearifan; ia laksana anjing—jika terlepas, ia akan merusak.
• Orang yang telah didahului takdir kebahagiaan akan ditunjukkan kepada petunjuk sebelum ia sempat mencari.
• Bila takdir menginginkan seseorang, ditaburkan-Nya di ladang hatinya benih taufik, disirami dengan air harap dan takut, lalu ditempatkan penjaga kewaspadaan dan pengawal ilmu; maka tanaman pun berdiri tegak di atas batangnya.
• Ketika bintang semangat terbit di gelap malam kemalasan dan diikuti bulan tekad, tanah hati pun bersinar oleh cahaya Tuhannya.
• Saat malam menebal, tidur dan begadang saling bergulat; rasa takut dan rindu memimpin pasukan sadar, sedangkan malas dan lengah berbaris di pasukan lalai. Bila tekad menyerbu sayap kanan, tentara kelalaian runtuh; dan ketika fajar menyingsing, bagian telah terbagi dan rampasan telah sejuk di tangan pemiliknya.
• Perjalanan malam hanya sanggup ditempuh oleh orang yang kurus karena lapar.
• Unta-unta terbaik berada di barisan depan, sedangkan pembawa bekal di bagian belakang.
• Jangan jemu berdiri di depan pintu sekalipun engkau diusir; jangan berhenti meminta maaf sekalipun engkau ditolak. Jika pintu dibukakan bagi yang diterima tanpa dirimu, serbulah seperti para pendusta, masuklah seperti tamu tak diundang, dan ulurkan tanganmu seraya berkata, “dan berilah kami sedekah.” (Yusuf: 88)