Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[• Pelanlah, wahai telapak-telapak tunggangan; karena di bawahmu sedang terinjak kening-kening dan pipi-pipi. (1)
• Siapa yang mengintip manisnya keselamatan, akan ringan baginya pahitnya kesabaran. (2)
• Tujuan: paling awal dalam takdir, paling akhir dalam wujud; titik mula di mata akal, titik akhir di pos-pos pencapaian.
• Engkau telah terbiasa dengan ketidakberdayaan kebiasaan; seandainya tekadmu terangkat ke puncak-puncak kemuliaan, niscaya cahaya keteguhan akan tampak.
• Sesungguhnya manusia berbeda karena kemauan, bukan karena rupa.
• Rendahnya semangat si pincang menjerumuskannya ke lubang kotoran.
• Antaramu dan para pemenang terbentang gunung hawa; mereka singgah di depannya, engkau berhenti di belakangnya. Lipatlah satu tingkat perjalanan, maka engkau akan menyusul mereka.
• Dunia adalah arena pacuan; debu telah bergumpal, sang pelaju terdepan tak tampak; orang-orang di lintasan ada yang menunggang kuda, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang menunggang keledai pincang.
Kelak engkau akan melihat, ketika debu telah sirna:
apakah yang berada di bawahmu seekor kuda atau keledai? (3)
• Dalam tabiat tersimpan kerakusan, dan dietlah yang lebih tepat.
• Pencuri keserakahan hanya berjalan dalam gelapnya hawa nafsu.
• Biji kenikmatan terletak di bawah jerat kebinasaan; renungkanlah penyembelihan itu, niscaya ia menjadi remeh.]

(1) Dua bait tersebut milik Mihyâr ad-Dailamî dalam Dîwân-nya (1/310). (2) Pada edisi Ṭ: “هانت”. (3) Rajaz itu terdapat dalam sebuah risalah karya al-Badî‘ al-Hamadzânî di kitab Jam‘ al-Jawâhir (hlm. 265), dan tanpa atribusi dalam at-Tamtsîl wa al-Muhâdharah (hlm. 345).
رويدَا بأخفافِ المَطِيِّ فإنَّما … تُداسُ جِباهٌ تَحتَها وخُدود (١) • من تلمَّحَ حلاوة العافية هان (٢) عليه مرارةُ الصَّبرِ. • الغايةُ: أولٌ في التقديرِ، آخرٌ في الوجودِ، مَبدأٌ في نظرِ العقلِ، منتهًى في منازل الوصول. • ألِفْتَ عَجْزَ العادةِ؛ فلو عَلَتْ بك هِمَّتكَ رُبا المعالي؛ لاحتْ لك أنوارُ العزائم. • إنَّما تفاوَتَ القومُ بالهِمَم لا بالصُّوَرِ. • نزولُ هِمَّةِ الكَسَّاح دَلَّاهُ في جُبِّ العَذِرَة. • بينَك وبين الفائزينَ جبلُ الهوى، نزلوا بين يديهِ ونزلْتَ خَلْفَهُ؛ فاطْوِ فَضْلَ منزل تَلْحَقْ بالقوم. • الدُّنيا مِضْمارُ سباقٍ، وقد انعقد الغبارُ، وخَفِيَ السابقُ، والناسُ في المِضمارِ بين فارسٍ وراجل وأصحابِ حُمُرٍ مُعَقَّرةٍ. سَوْفَ تَرى إذا انْجَلى الغُبارُ … أفَرَسٌ تَحْتَكَ أمْ حِمارُ (٣) • في الطبع شَرَهٌ، والحِميةُ أوفقُ. • لصُّ الحرص لا يمشي إلا في ظلام الهوى. • حَبَّةُ المشتَهى تحتَ فَخِّ التَّلَفِ؛ فتفكَّرْ في الذبح؛ وقد هان
(١) البيتان لمهيار الديلمي في ديوانه (١/ ٣١٠). (٢) ط: "هانت". (٣) الرجز ضمن رسالة للبديع الهمذاني في جمع الجواهر (ص ٢٦٥)، وبلا نسبة في التمثيل والمحاضرة (ص ٣٤٥).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie