[kepada dirinya sendiri, maka semua itu bersatu menimpanya, dan kebinasaan pun terjadi.
• Ketika manusia berpaling dari menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai hakim serta berhukum kepada keduanya, meyakini bahwa keduanya tidak mencukupi, lalu beralih kepada pendapat-pendapat, qiyas, istihsan, dan ucapan para syekh, timbullah dari situ kerusakan pada fitrah mereka, kegelapan di hati mereka, kekusutan dalam pemahaman mereka, pemerosotan pada akal mereka; perkara-perkara itu merata dan menguasai mereka, sehingga anak kecil dibesarkan di atasnya dan orang tua menua bersamanya, lalu mereka pun tidak lagi memandangnya sebagai kemungkaran!
• Maka datanglah suatu masa lain di mana bid‘ah menggantikan sunnah, nafsu menggantikan akal, hawa menggantikan bimbingan, kesesatan menggantikan petunjuk, kemungkaran menggantikan kebaikan, kebodohan menggantikan ilmu, riya menggantikan keikhlasan, kebatilan menggantikan kebenaran, dusta menggantikan kejujuran, basa-basi menggantikan nasihat, dan kezaliman menggantikan keadilan. Kekuasaan dan kemenangan pun berada di pihak perkara-perkara itu dan para pelakunya lah yang ditunjuk, padahal sebelumnya kekuasaan itu berada pada lawannya dan para pelaku kebaikanlah yang ditunjuk.
• Apabila engkau melihat kekuasaan perkara-perkara itu telah datang, panji-panjinya telah ditegakkan, dan pasukannya telah berkuda, maka demi Allah, perut bumi lebih baik daripada permukaannya, puncak-puncak gunung lebih baik daripada dataran, dan bergaul dengan binatang buas lebih selamat daripada bergaul dengan manusia.
Tanah pun merinding, langit menggelap, kerusakan tampak di darat dan di laut akibat kezaliman para durjana; berkah lenyap, kebaikan menipis, binatang-binatang liar menjadi kurus, dan kehidupan menjadi suram oleh kefasikan para penzalim. Cahaya siang dan pekatnya malam meneteskan air mata atas perbuatan-perbuatan keji dan tindakan-tindakan mengerikan; para malaikat penulis yang mulia dan para penjaga pun mengadukan kepada Rabb mereka tentang banyaknya kefasikan dan dominasi kemungkaran serta keburukan. Demi Allah, semua ini adalah pertanda banjir azab yang awannya telah menggumpal, penanda datangnya malam bala yang kegelapannya telah menebal; maka menyingkirlah…]