Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[Faedah
Seorang hamba tidaklah mengambil sesuatu yang diharamkan baginya melainkan karena dua sebab:
Pertama¹, ia berprasangka buruk kepada Rabb-nya; ia menduga bahwa andai ia menaati dan mendahulukan-Nya, Dia tidak akan memberinya pengganti yang halal dan lebih baik.
Kedua, ia sebenarnya mengetahui—bahwa siapa yang meninggalkan sesuatu demi Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik²—tetapi syahwatnya mengalahkan kesabarannya dan hawa nafsunya menundukkan akalnya.
Sebab pertama lahir dari lemahnya ilmu, sedangkan sebab kedua lahir dari lemahnya akal dan bashirah.

Yahya bin Mu‘adz berkata, “Siapa yang Allah kumpulkan hatinya ketika berdoa, Dia tidak akan menolaknya.”
Aku (penulis) berkata: Apabila hatinya terhimpun sempurna, kebutuhannya mendesak, kefakirannya nyata, dan harapannya kuat, hampir-hampir doanya tidak tertolak.

Fasal
Tatkala orang-orang yang terjaga menyaksikan kerasnya cengkeraman dunia atas para penghuninya, tipuan harapan palsu atas pemiliknya, setan yang menggenggam kendali jiwa, dan nafsu yang memerintah merajai diri, mereka pun berlindung ke benteng ketundukan dan permohonan perlindungan, sebagaimana seorang budak yang ketakutan berlari ke pelataran suci tuannya.]

(1) Dalam naskah asli tertulis: "أحدهما". (2) Diriwayatkan oleh Ahmad (5/363) melalui jalur Ḥumayd bin Hilāl; ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abū Qatādah dan Abū ad-Dahmā’ dari seorang laki-laki penduduk Badui yang mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya engkau tidak akan meninggalkan sesuatu karena Allah melainkan Allah akan menggantinya untukmu dengan sesuatu yang lebih baik darinya." Sanadnya sahih.
فائدة ما أخذ العبدُ ما حُرِّم عليه إلا من جهتين: إحداهُما (١): سوءُ ظنِّهِ بربِّهِ، وأنَّه لو أطاعَهُ وآثَرَهُ لم يُعطِهِ خيرًا منه حلالًا. والثانيةُ: أن يكون عالِمًا بذلك، وأنَّ مَنْ تركَ لله شيئًا أعاضَهُ خيرًا منه (٢)، ولكن تغلِبُ شهوتُهُ صبَرهُ وهواهُ عقلَهُ. فالأولُ مِن ضَعْفِ علمِهِ، والثاني من ضَعْفِ عقلِهِ وبصيرتِهِ. • قال يحيى بن معاذٍ: من جمع الله عليه قلبَهُ في الدُّعاءِ لم يَرُدَّهُ. قلتُ: إذا اجتمع عليه قلبُهُ، وصَدَقتْ ضرورتُهُ وفاقتُهُ، وقَوِيَ رجاؤُهُ؛ فلا يكاد يُرَدُّ دعاؤُهُ. فصل • لما رأى المتيقِّظون سطوةَ الدُّنيا بأهلها، وخداعَ الأملِ لأربابهِ، وتملُّك الشيطانِ قيادَ النُّفوس، ورأوا الدولة للنفس الأمَّارةِ؛ لجأوَا إلى حصنِ التضرُّع والالتجاءِ؛ كما يأوي العبدُ المذعورُ إلى حَرَمِ سيِّدِهِ.
(١) في الأصل: "أحدهما". (٢) أخرج أحمد (٥/ ٣٦٣) من طريق حميد بن هلال حدثنا أبو قتادة وأبو الدهماء عن رجل من أهل البادية سمع رسول الله ﷺ يقول: "إنك لن تدع شيئًا لله ﷿ إلَّا بدلك الله به ما هو خير لك منه". وإسناده صحيح.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie