Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

serta bersenang-senanglah sebentar saja; sungguh, kalian adalah orang-orang yang berdosa.” (QS. al-Mursalat: 46).

• Tatkala orang-orang yang mendapat taufik menyadari betapa murahnya nilai hidup dunia dan betapa singkat masa menetap di dalamnya, mereka mematikan hawa nafsu demi memperoleh kehidupan abadi. Begitu mereka terjaga dari tidur kelalaian, dengan kesungguhan mereka merebut kembali apa yang telah dijarah musuh pada masa bermalas-malas. Ketika perjalanan terasa panjang, mereka menatap tujuan; yang jauh pun menjadi dekat. Setiap kali hidup terasa pahit, manis bagi mereka untuk mengingat firman-Nya: “Inilah hari kalian yang dahulu dijanjikan.” (QS. al-Anbiya’: 103).

Kafilah berangkat sementara malam menebarkan tirainya
di atas setiap ufuk yang berdebu nan kelam;
tekad mereka menggema hingga bumi seakan lenyap di bawahnya,
dan perjalanan mereka menunggang punggung azam yang teguh;
bintang-bintang malam menampakkan apa yang mereka cari,
di atas bahu Sirius dan puncak gugusan nan lembut;
ketika tekad berderap di medan kesungguhan,
mereka mematahkan tombak-tombak kedermawanan di dada setiap kemuliaan.¹

Fasal
Di antara hal yang paling menakjubkan: engkau mengenal-Nya tetapi tidak mencintai-Nya; engkau mendengar seruan-Nya namun engkau menunda menjawab; engkau mengetahui besarnya laba bermuamalah dengan-Nya tetapi engkau justru bermuamalah dengan selain-Nya; engkau mengenal kedahsyatan murka-Nya lalu engkau malah menantangnya; engkau telah mengecap pedihnya keterasingan saat bermaksiat kepada-Nya namun tidak mencari keakraban lewat ketaatan kepada-Nya; engkau merasakan sesaknya hati ketika asyik membicarakan selain-Nya namun tidak merindukan kelapangan dada dengan mengingat-Nya dan bermunajat kepada-Nya; engkau mencicipi siksa ketika hati terpaut pada selain-Nya tetapi tidak lari menuju nikmatnya menghadapkan diri dan kembali kepada-Nya! Dan yang lebih menakjubkan lagi: engkau tahu bahwa engkau pasti membutuhkan-Nya, bahwa engkau adalah makhluk yang paling memerlukan-Nya, tetapi engkau berpaling dari-Nya dan justru tertarik pada segala hal yang menjauhkanmu dari-Nya!

(1) Bait-bait syair ini merupakan karya asy-Syarif ar-Radhi dalam Diwannya (2/382).
وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ (٤٦)﴾ [المرسلات: ٤٦]. • لمَّا عرف الموفَّقون قدْرَ الحياةِ الدُّنيا وقلة المُقام فيها؛ أماتوا فيها الهوى طلبًا لحياة الأبد. لمَّا استيقظوا من نوم الغفلة؛ استرجعوا بالجدِّ ما انتهبَهُ العدوُّ منهم في زمن البطالة، فلما طالت عليهم الطريقُ تلمَّحَوا المقصد، فقَرُبَ عليهم البعيدُ، وكلَّما أمرَّتْ لهم الحياةُ حَلا لهم تذكُّرُ ﴿هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (١٠٣)﴾ [الأنبياء: ١٠٣]. وركْبٍ سَرَوا واللَّيلُ مُلْقٍ رواقَهُ … على كُل مُغْبَرِّ المطالِعِ قاتِمِ حَدَوْا عَزَماتٍ ضاعتِ الأرْضُ بينَها … فصارَ سُراهُمْ في ظهور العزائِمِ تُرِيهِمْ نُجومُ اللَّيْلِ ما يَبْتَغونَهُ … على عاتِقِ الشِّعْرى وهامِ النَّعائِمِ إذا اطَّرَدتْ في مَعْرِكِ الجِدِّ قَصَّفوا … رماحَ العَطايا في صُدورِ المكارِم (١) فصل من أعجبِ الأشياءِ: أن تعرِفَه ثم لا تحبَّهُ، وأن تسمع داعِيَهُ ثم تتأخَّر عن الإجابة، وأن تعرفَ قدرَ الربح في معاملتِهِ ثم تعامل غيرَهُ، وأن تعرف قدْر غضبهِ ثم تتعرَّض له، وأن تذوقَ ألمَ الوَحْشةِ في معصيتِهِ ثم لا تَطْلُبَ الأنسَ بَطاعتِهِ، وأن تذوقَ عُصْرةَ القلبِ عند الخوْض في غير حديثه والحديث عنه ثم لا تشتاق إلى انشراح الصَّدْرِ بذِكْرِهِ ومناجاتِهِ، وأن تذوقَ العذابَ عند تعلُّق القلب بغيره ولا تهرب منه إلى نعيم الإقبال عليه والإنابة إليه!! وأعجبُ من هذا علمُك أنَّك لا بدَّ لك منهُ وأنَّك أحوجُ شيءٍ إليه وأنت عنه مُعْرِضٌ وفيما يُبعِدُك عنه راغبٌ!!
(١) الأبيات للشريف الرضي في ديوانه (٢/ ٣٨٢).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie