Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

—tangisan Dawud, Isa berjalan bersama hewan-hewan liar, dan Muhammad ﷺ memikul kemiskinan serta aneka gangguan; lalu engkau berbangga diri dengan senda-gurau dan permainan?!

Maka, wahai tempat kediamannya—betapa ia diselimuti duka; menziarahinya dekat, tetapi di hadapannya terbentang kedahsyatan-kedahsyatan. (1)

• Peperangan sedang berkobar, sedangkan engkau—tanpa senjata—sekadar penonton; bila kau menggoyang sangga kakimu, arahmu hanyalah menuju kekalahan.

• Siapa yang belum merasakan panas terik tengah hari demi mengejar kemuliaan, takkan berteduh di bawah naungan kehormatan.

Sulaimā berkata: “Andaikata engkau sudi menetap di negeri kami…,” padahal ia tidak tahu bahwa bagiku, “menetap” justru berarti terus berkelana. (2)

Kepada seorang ahli ibadah dikatakan, “Sampai kapan engkau melelahkan dirimu?” Ia menjawab, “Justru aku sedang mencari ketenteramannya.”

• Wahai yang dihormati dengan jubah iman sesudah jubah kesehatan, tetapi engkau mengusangkan keduanya dengan menentang Sang Pencipta! Jangan heran bila dicabut; siapa memakai nikmat Sang Pemberi untuk sesuatu yang Dia benci, pantas kehilangan nikmat itu.

• “Pengantin-pengantin” alam semesta telah berhias diri di hadapan para penatap, agar Dia menguji siapa di antara mereka yang lebih memilihnya daripada pengantin akhirat; siapa menyadari betapa jauhnya perbedaan, pasti memilih yang layak dipilih.

Tatkala keelokan-keelokan alam tersingkap, ia datang kepadaku sambil berkata, “Ke mari!” (3)
Namun aku berpura-pura buta, seolah-olah tak melihatnya, tatkala mataku menangkap tujuan yang ada padaku.

• Bintang-bintang himmah para ‘arif mengorbit dalam gugusan tekad mereka—tak satu pun seberlambat Saturnus.

(1) Bait tersebut milik Abu al-‘Ala’ al-Ma‘arri dalam kitab “Saqṭ az-Zand” (hlm. 229). (2) Bait tersebut milik ‘Urwah bin al-Ward dalam Diwan-nya (hlm. 107), al-Kāmil karya al-Mubarrad (1/262), dan Al-Aghānī (3/82). (3) Kedua bait tersebut tidak dinisbatkan.
بكاءُ داود، وسار مع الوحش عيسى، وعالج الفقرَ وأنواعَ الأذى محمدٌ ﷺ؛ تُزْهَى أنت باللهوِ واللعب؟! فيا دارَها بِالحَزْنِ إنَّ مزارَها … قريبٌ ولكن دون ذلك أهوالُ (١) • الحربُ قائمةٌ، وأنت أعزلُ في النظَّارةِ؛ فإن حرَّكْتَ رِكابَكَ فللهزيمةِ. • من لم يُباشِرْ حَرَّ الهجيرِ في طِلابِ المجد؛ لم يَقِلْ في ظِلال الشرف. تقولُ سُلَيمى لوْ أقمْتَ بِأرْضِنا … ولم تَدْرِ أنِّي للمُقامِ أطوِّفُ (٢) قيلَ لبعض العُبَّاد: إلى كم تُتعِبُ نفسَك؟! فقال: راحتَها أريدُ. • يا مُكَرَّمًا بحُلَّةِ الإيمانِ بعد حُلَّة العافية وهو يُخْلِقُهُما في مخالفة الخالق! لا تُنْكِرِ السَّلْبَ؛ يَستحقُّ من استعمل نعمةَ المنعِم فيما يكرهُ أن يُسْلَبَها. • عَرائسُ الموجوداتِ قد تزيَّنَتْ للناظرين؛ لِيَبْلُوَهُم أيُّهم يُؤثِرُهُنَّ على عرائس الآخرة؛ فمن عرفَ قدْرَ التفاوتِ آثَرَ ما ينبغي إيثارُهُ. وحِسانُ الكوْنِ لمَّا أنْ بَدَتْ … أقْبَلتْ نَحْوي وقالتْ لي إلَيّ (٣) فتعامَيتُ كأنْ لَمْ أرَها … عنْدَما أبْصَرْتُ مَقْصودي لَدَيّ • كواكِبُ هِمَم العارفين في بُروجِ عَزائمِهِم سيارةٌ ليس فيها زُحَلٌ.
(١) البيت لأبي العلاء المعري في "سقط الزند" (ص ٢٢٩). (٢) البيت لعروة بن الورد في ديوانه (ص ١٠٧) والكامل للمبرد (١/ ٢٦٢) والأغاني (٣/ ٨٢). (٣) البيتان بلا نسبة.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie