• Dosa itu luka—dan ada kalanya luka mengenai titik maut.
• Andaikan akalmu keluar dari kekuasaan hawa nafsu, kerajaannya akan kembali kepadanya.
• Engkau telah memasuki rumah nafsu; engkau mempertaruhkan usiamu.
• Bila terpampang pandangan yang tak halal, ketahuilah ia adalah pemantik perang; berlindunglah darinya di balik hijab “Katakanlah kepada orang-orang beriman …” (an-Nūr: 30). Maka engkau pun selamat dari akibatnya, dan Allah pun mencukupkan kaum mukminin dari peperangan.
• Laut hawa nafsu, bila pasang, akan menenggelamkan; celah yang paling menakutkan bagi seorang perenang ialah ketika ia membuka mata di dalam air.
• Tiada seorang pun yang lebih mulia daripada orang yang menyendiri—di kuburnya amal-amalnya menemani; ia dimanjakan di liang lahat, di taman nan hijau, tidak seperti hamba yang kuburnya justru menjadi penjaranya.
• Seiring besarnya keutamaan seseorang, sebesar itu pula cobaan yang menimpanya; kesabarannya atas ujian itulah yang menampakkan siapa dirinya. Barang siapa tipis sabarnya dalam menahan diri, maka tipis pula bagian harapan yang akan ia raih.
• Betapa banyak tanaman ditebas sebelum waktunya; apa gerangan nasib tanaman yang sudah siap dituai?
• Tebuslah dirimu—pasar masih buka dan harganya tersedia.
• Sesekali kantuk kelalaian dan tidur nafsu tak terelakkan, tetapi tidurlah ringan, sebab para penjaga kota telah berseru: “Fajar sudah dekat!”