Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Pemberi kebaikan, dan tidak pernah melihat dirinya kecuali sebagai pelaku keburukan, pemboros, atau lalai; maka segala yang menyenangkannya ia pandang sebagai karunia dan ihsan Rabb-nya kepadanya, dan segala yang menyusahkannya ia pandang sebagai buah dosa-dosanya serta keadilan Allah atas dirinya.

Para pecinta, apabila rumah-rumah kekasih mereka telah rusak, berkata: “Semoga hujan rahmat tercurah kepada para penghuninya.”

Demikian pula seorang pecinta; ketika tahun-tahun berlalu sementara ia berada di bawah tanah, ia akan teringat ketaatannya yang baik kepada-Nya di dunia, kedekatannya kepada-Nya, serta terbarukannya rahmat dan siraman-Nya bagi orang yang dahulu bersemayam dalam jasad-jasad yang telah rapuh itu.

Faedah
Ghirah (kecemburuan) ada dua: kecemburuan terhadap sesuatu, dan kecemburuan karena sesuatu.

Kecemburuan terhadap yang dicintai adalah [kesungguhanmu menjaganya]¹; sedangkan kecemburuan karena sesuatu yang dibenci ialah engkau enggan ada yang menyaingimu atasnya.

Kecemburuan terhadap sang kekasih tidaklah sempurna kecuali ditemani kecemburuan terhadap pesaing.

Sikap ini terpuji apabila sang kekasih adalah makhluk, yang tercela bila dicintai bersama orang lain.

Adapun sosok yang baik untuk dicintai bersama—seperti rasul, ulama, bahkan Sang Kekasih Yang Maha Dekat, Allah Ta‘ala—maka tidak terbayang adanya kecemburuan karena persaingan; yang ada hanyalah hasad. Kecemburuan yang terpuji berkaitan dengan-Nya ialah bahwa sang pecinta cemburu atas cintanya kepada-Nya bila ia menujukannya kepada selain-Nya; atau ia cemburu takut ada orang lain yang menyingkap kecintaannya lalu merusaknya; atau ia cemburu terhadap amal-amalnya kalau di dalamnya terdapat sesuatu untuk selain Kekasih-nya; atau ia cemburu karena khawatir amal-amal itu tercampuri oleh sesuatu yang dibenci Kekasih-nya, berupa riya’, ujub, keinginan agar orang lain melihatnya, atau kelalaiannya dari menyaksikan karunia-Nya.

(1) dari Ṭ.
مُسيئًا أو مفرِّطًا أو مقصِّرًا، فيرى كلَّ ما يَسُرُّه من فضل ربِّه عليه وإحسانه إليه وكلَّ ما يسوؤهُ من ذنوبه وعدل الله فيه. المحبُّون إذا خربتْ منازلُ أحبابهم؛ قالوا: سَقْيًا لِسُكَّانِها. وكذلك المُحبُّ إذا أتت عليه الأعوامُ تحت التُّراب؛ ذكر حينئذٍ حسن طاعته له في الدُّنيا وتودُّدِهِ إليه [و] تجدُّدَ رحمتِهِ وسقياهُ لمن كان ساكنًا في تلك الأجسام البالية. فائدة الغَيرَةُ غيرتان: غيرةٌ على الشيء، وغيرةٌ من الشيءِ. فالغيرةُ على المحبوب: [حرصُكَ عليه] (١)، والغيرةُ من المكروه أن يُزاحِمَك عليه. فالغيرة على المحبوب لا تتمُّ إلا بالغيرة من المزاحم. وهذه تُحمدُ حيثُ يكونُ المحبوبُ تقبُحُ المشاركةُ في حبِّهِ؛ كالمخلوق. وأما من تحسُنُ المشاركةُ في حُبِّه؛ كالرسول والعالم بل الحبيب القريب سبحانه؛ فلا يُتَصوَّرُ غيرَةُ المزاحمة عليه، بل هو حسدٌ! والغيرةُ المحمودةُ في حقِّه أن يَغارَ المحبُّ على محبَّتِهِ له أن يصرِفَها إلى غيره، أو يَغار عليها أن يطَّلعَ عليها الغيرُ فيُفسِدَها عليه، أو يغارَ على أعمالِهِ أن يكون فيها شيءٌ لغير محبوبه، أو يَغار عليها أن يشوبَها ما يكرهُ محبوبُه من رياءٍ أو إعجابٍ أو محبَّةٍ لإشرافِ غيرهِ عليها أو غيبتِهِ عن شُهودِ مِنَّتِهِ
(١) من ط.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie