[Demikian pula setiap orang yang pernah diberi kabar gembira oleh Rasulullah ﷺ dengan surga atau dikabari bahwa dirinya telah diampuni; baik dia sendiri maupun para sahabat lainnya tidak pernah memahami kabar itu sebagai pelonggaran untuk berbuat dosa dan maksiat atau kelonggaran untuk meninggalkan kewajiban. Sebaliknya, setelah menerima kabar itu mereka justru lebih bersungguh-sungguh, lebih berhati-hati, dan lebih takut daripada sebelum mendapatkannya; sebagaimana sepuluh sahabat yang dipersaksikan masuk surga. Abu Bakar aṣ-Ṣiddīq sangat dikenal kewaspadaan dan ketakutannya, demikian pula ʿUmar. Mereka mengetahui bahwa kabar gembira yang bersifat mutlak itu terikat dengan syarat-syaratnya, dengan terus menjaganya sampai wafat, dan terikat pula dengan tiadanya penghalang; tidak seorang pun di antara mereka memahami kabar itu sebagai kebebasan dan izin untuk berbuat apa saja yang mereka kehendaki.
Faedah yang agung
Firman Allah Taʿālā:
“Dialah yang menjadikan bumi tunduk bagimu; maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dibangkitkan.” (QS al-Mulk: 15)
Allah Subḥānahu wa Taʿālā mengabarkan bahwa Dia menjadikan bumi lemah-lembut, patuh untuk diinjak, digali, dibelah, dan dibangun di atasnya; Dia tidak menjadikannya keras dan enggan bagi siapa pun yang hendak memanfaatkannya. Dia juga mengabarkan bahwa Dia menjadikannya sebagai hamparan, tempat tidur, permadani, landasan, dan penampung. Dia mengabarkan pula bahwa Dia membentangkannya dan meratakannya, memancarkan darinya air dan padang rumputnya, meneguhkannya dengan gunung-gunung, membukakan di dalamnya celah-celah serta jalan-jalan, mengalirkan padanya sungai-sungai dan mata air, memberkahinya, dan menetapkan di dalamnya segala rezekinya.
Di antara keberkahannya ialah bahwa semua hewan beserta rezeki dan makanannya keluar darinya; di antara keberkahannya pula, engkau menanamkan sebutir benih ke dalamnya lalu ia mengembalikannya kepadamu berkali-kali lipat; di antara keberkahannya lagi, ia memikul kotoran di punggungnya namun mengeluarkan dari perutnya benda-benda yang paling indah dan paling bermanfaat bagimu: ia menyembunyikan setiap yang buruk dan menampakkan setiap yang elok. Keberkahannya juga tampak pada kenyataan bahwa ia menutupi keburukan hamba dan sisa-sisa tubuhnya serta menyembunyikannya, ia merangkul dan menaunginya, dan mengeluarkan untuknya makanan serta minumannya; maka ia adalah sesuatu yang paling kuat menanggung gangguan dan paling besar manfaatnya. Tidak ada sesuatu pun yang terbuat dari tanah yang lebih baik darinya, lebih jauh dari gangguan, dan lebih dekat kepada kebaikan.]