Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Suatu kaidah agung
Aku merenungkan perkara ini, maka aku dapati pokoknya ialah:
bahwa engkau mengetahui bahwa seluruh nikmat datang dari Allah semata—baik nikmat berupa ketaatan maupun nikmat berupa kelezatan—lalu engkau menginginkan dari-Nya agar Dia mengilhamkanmu untuk mengingat nikmat-nikmat itu dan menuntunmu untuk mensyukurinya. Allah Ta‘ala berfirman, “Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka berasal dari Allah; kemudian apabila kalian ditimpa kesusahan, hanya kepada-Nyalah kalian memohon pertolongan.” (an-Nahl: 53). Dia juga berfirman, “Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kalian beruntung.” (al-A‘râf: 69). Dan Dia berfirman, “Bersyukurlah atas nikmat Allah jika benar kalian hanya beribadah kepada-Nya.” (an-Nahl: 114). Sebagaimana nikmat-nikmat itu berasal dari-Nya dan semata-mata karena karunia-Nya, demikian pula mengingat dan mensyukurinya tidak dapat diraih kecuali dengan taufik-Nya.

Adapun dosa bersumber dari penelantaran-Nya—ketika Dia meninggalkan hamba-Nya dan membiarkannya berhadapan dengan dirinya sendiri—dan bila Dia tidak menyingkapkan (rintangan) itu dari hamba-Nya, sang hamba sama sekali tidak mampu menyingkapnya sendiri. Karena itu ia benar-benar butuh untuk merendahkan diri dan bermunajat kepada-Nya agar Dia menolak segala sebab dosa sehingga dosa itu tidak muncul darinya; dan bila dosa itu telah terjadi karena ketetapan takdir dan kodrat kemanusiaan, ia butuh untuk berdoa dan memohon agar Dia menolak akibat serta hukuman yang ditimbulkannya.

Seorang hamba tidak pernah terlepas dari kebutuhannya kepada tiga pokok ini, dan ia tidak akan beroleh keberuntungan kecuali dengannya: bersyukur, memohon keselamatan, dan bertobat dengan tobat yang tulus.

Kemudian aku merenung lagi: ternyata semuanya berpulang kepada (rasa) berharap dan takut, sedangkan keduanya bukan berada di tangan hamba, melainkan di tangan Dia yang membolak-balikkan dan mengarahkan hati sesuka-Nya. Apabila Dia memberi taufik kepada seorang hamba, Dia membuat hatinya menghadap kepada-Nya dan memenuhi hatinya dengan harap dan takut; namun bila Dia menelantarkannya, Dia membiarkannya bersama dirinya sendiri, tidak menggiring hatinya kepada-Nya, dan tidak menghendaki itu baginya. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi.

Lalu aku berpikir: apakah taufik dan penelantaran itu mempunyai sebab, ataukah keduanya semata-mata bergantung pada kehendak tanpa sebab? Ternyata keduanya bergantung pada kelayakan wadah (hati) atau ketiadaannya; maka Dia—Mahasuci Dia—adalah Pencipta

قاعدة جليلة فكَّرتُ في هذا الأمر؛ فإذا أصله: أن تعلم أن النعم كلها من الله وحده؛ نِعم الطاعات ونِعم اللَّذَّات، فترغب إليه أن يُلهمك ذكرَها ويُوزِعَك شكرَها، قال تعالى: ﴿وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيهِ تَجْأَرُونَ (٥٣)﴾ [النحل: ٥٣]، وقال: ﴿فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٦٩)﴾ [الأعراف: ٦٩]، وقال: ﴿وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (١١٤)﴾ [النحل: ١١٤]، وكما أن تلك النعم منه ومن مجردِ فضله؛ فذِكرُها وشكرُها لا يُنال إلَّا بتوفيقه. والذنوب من خِذلانه وتخلِّيه عن عبده وتَخليتِه بينه وبين نفسه، وإن لم يكشفْ ذلك عن عبده فلا سبيلَ له إلى كشفه عن نفسه؛ فإذا هو مضطرٌّ إلى التضرع والابتهال إليه أن يدفع عنه أسبابها حتى لا تصدر منه، وإذا وقعتْ بحكم المقادير ومقتضى البشرية فهو مضطر إلى التضرع والدعاء أن يدفع عنه موجباتها وعقوباتها. فلا ينفكُّ العبد عن ضرورته إلى هذه الأصول الثلاثة، ولا فلاحَ له إلا بها: الشكر، وطلب العافية، والتوبة النصوح. ثم فكَّرتُ فإذا مدارُ ذلك على الرغبة والرهبة، وليسا بيد العبد، بل بيد مقلِّب القلوب ومصرِّفها كيف يشاء؛ فإن وفَّق عبدَه أقبل بقلبه إليه وملأهُ رغبةً ورهبةً، وإن خذلَه تركه ونفسَه، ولم يأخذ بقلبه إليه، ولم يشأ له ذلك، وما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن. ثم فكَّرتُ: هل للتوفيق والخذلان سببٌ؟ أم هما بمجرد المشيئة لا سببَ لهما؟ فإذا سببهما أهلية المحل وعدمها؛ فهو سبحانه خالق

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie