serta syair percintaan, ratapan, dan sejenisnya; karena semua itu hanya menyibukkan manusia dari merenungi hal-hal yang membawa kebahagiaan dan kehidupan abadinya.
Termasuk pula: merenung tentang perandaian-perandaian mental yang sama sekali tidak berwujud di alam nyata dan yang tidak dibutuhkan manusia sedikit pun; hal demikian terdapat pada setiap disiplin ilmu, bahkan pada fikih, prinsip-prinsip fikih, dan ilmu kedokteran.
Seluruh jenis renungan ini mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya; dan cukuplah sebagai mudarat bahwa ia menghalangi seseorang dari memikirkan perkara yang lebih pantas dan lebih banyak manfaatnya, baik segera maupun kelak.
Bagian
• Kesungguhan berusaha adalah pembuahan bagi iman; apabila iman dan kesungguhan itu bersatu, keduanya melahirkan amal saleh.
• Berprasangka baik kepada Allah adalah pembuahan bagi rasa butuh dan rasa terdesak kepada-Nya; ketika keduanya bersatu, lahirlah pengabulan doa.
• Rasa takut yang disertai pengagungan adalah pembuahan bagi cinta; bila keduanya bersatu, lahirlah ketaatan terhadap perintah dan penjauhan dari larangan.
• Kesabaran adalah pembuahan bagi keyakinan; apabila keduanya berpadu, keduanya mewariskan kepemimpinan dalam agama. Allah Ta‘ala berfirman, “Dan Kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami tatkala mereka bersabar dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah: 24)
• Ketepatan dalam meneladani Rasul adalah pembuahan bagi keikhlasan; bila keduanya bersatu, amal diterima dan diperhitungkan.
• Dan amal adalah pembuahan bagi ilmu; apabila keduanya bersatu, tercapailah keberuntungan dan kebahagiaan, dan jika salah satunya terpisah