dengan kekayaan; dan apabila engkau menyambungkannya kepada selain-Ku, akan Kucabut seluruh sumber pertolongan-Ku darimu dan Aku usir engkau dari pintu-Ku.
• Janganlah bersandar kepada apa pun selain Kami; sebab hal itu menjadi petaka dan kebinasaan bagimu: jika engkau bersandar kepada amal, Kami kembalikan amal itu kepadamu; jika engkau bersandar kepada makrifat, Kami menjadikannya asing bagimu; jika engkau bersandar kepada ekstasi batin, Kami menjerumuskanmu di dalamnya; jika engkau bersandar kepada ilmu, Kami menghentikanmu padanya; dan jika engkau bersandar kepada makhluk, Kami menyerahkanmu kepada mereka. Relakanlah Kami sebagai Rabb bagimu, niscaya Kami merelakanmu sebagai hamba bagi Kami.
Faedah
Syahqah (tarikan napas tiba-tiba) yang muncul ketika mendengar Al-Qur’an atau selainnya memiliki beberapa sebab:
- Saat mendengar, terlintas baginya suatu derajat yang belum ia miliki; ia merasa tertarik kepadanya, lalu timbullah syahqah—ini adalah syahqah kerinduan.
- Terlintas baginya suatu dosa yang pernah ia lakukan; ia bersyahqah karena takut dan sedih atas dirinya—ini adalah syahqah rasa takut.
- Terlintas padanya suatu kekurangan yang tidak sanggup ia singkirkan; hal itu menimbulkan kesedihan, lalu ia bersyahqah—ini adalah syahqah kesedihan.
- Terlintas kesempurnaan Sang Kekasih sementara ia melihat jalan menuju-Nya tertutup; hal itu menimbulkan syahqah penyesalan dan dukacita.
- Sang Kekasih tersembunyi darinya dan ia tersibukkan oleh selain-Nya; lalu pendengaran itu mengingatkannya kembali kepada Sang Kekasih, keindahan-Nya tersingkap, pintu tampak terbuka dan jalan terbentang, maka ia bersyahqah karena gembira dan sukacita atas apa yang tersingkap baginya.
Pada dasarnya, sebab syahqah ialah kuatnya arus (ilham) yang datang sementara wadah (hati) lemah untuk menanggungnya,