maka Dia menyegerakan bagi mereka—Mahasuci Dia—sebagian dari kenikmatan dan ruh surga: Dia mengakrabkan mereka dengan-Nya, mengarahkan hati mereka kepada-Nya, mempersatukannya di atas cinta kepada-Nya, menumbuhkan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya, memuliakan mereka dengan kedekatan kepada-Nya, serta mengosongkan hati mereka dari apa yang memenuhi hati selain mereka—cinta dunia, kegelisahan, duka karena kehilangannya, dan gundah karena khawatir ia pergi. Maka mereka memandang lunak apa yang dianggap keras oleh para hidup mewah, dan merasa tenteram dengan apa yang ditakuti oleh orang-orang jahil; mereka menemani dunia dengan jasad mereka, sedangkan dengan ruh mereka mereka bersanding bersama warga alam tertinggi.
Fasal
Tauhid adalah sesuatu yang paling halus, paling luhur, paling bersih, dan paling jernih; sentuhan sekecil apa pun dapat menggores, menodai, dan berbekas padanya. Ia seperti pakaian putih bersih yang noda sekecil apa pun tampak jelas, atau cermin yang sangat bening yang terpengaruh oleh coretan sekecil apa pun. Karena itu, sekejap pandangan, sepatah kata, atau nafsu tersembunyi sudah cukup mengusiknya; bila pemiliknya segera menepis bekas itu dengan lawannya, ia pun hilang; bila tidak, ia mengeras, menjadi tabiat, dan sukar dicabut.
Bekas-bekas dan cap yang timbul padanya ada empat macam: ada yang cepat muncul dan cepat hilang; ada yang cepat muncul namun lambat hilang; ada yang lambat muncul tetapi cepat hilang; dan ada yang lambat muncul serta lambat pula hilangnya.
Namun ada orang yang tauhidnya sangat besar dan agung; banyak dari bekas-bekas tadi tenggelam di dalamnya dan sirna, laksana air yang melimpah kala tercampur kotoran sedikit saja. Orang yang tauhidnya lebih lemah tertipu oleh hal itu; ia mencampur tauhidnya yang rapuh dengan apa yang dicampurkan pemilik tauhid agung lagi luas, lalu tampaklah pengaruhnya dalam tauhid yang sedikit itu, sedangkan dalam tauhid yang banyak pengaruh itu tidak terlihat.
Selain itu, wadah yang sangat jernih menampakkan kepada pemiliknya kotoran sekecil apa pun—sesuatu yang tidak tampak pada wadah yang kejernihannya belum setara—sehingga ia segera menyingkirkannya, sedangkan yang lain tidak demikian;