Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[Pasal
• Sabda beliau dalam hadis, “Sesungguhnya Allah itu indah, Dia menyukai keindahan” (1), mencakup keindahan pakaian yang ditanyakan dalam hadis yang sama, dan secara umum mencakup segala bentuk keindahan.
Sebagaimana dalam hadis lain: “Sesungguhnya Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan” (2).
Dan dalam riwayat sahih: “Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik” (3).
Dan dalam Sunan: “Allah menyukai untuk melihat bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya” (4).
Masih dalam Sunan, dari Abū al-Ahwaṣ al-Jushamī, [dari ayahnya], ia berkata: Nabi ﷺ melihatku memakai pakaian compang-camping, lalu bersabda, “Apakah engkau mempunyai harta?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau bertanya, “Dari jenis harta apa?” Aku menjawab, “Dari apa saja yang Allah anugerahkan berupa unta dan kambing.” Beliau bersabda, “Maka tampakkanlah nikmat dan kemuliaan-Nya pada dirimu” (5).
Maka Dia—Mahasuci—menyukai tampaknya bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya; karena itu termasuk keindahan yang Dia cintai, dan hal itu merupakan wujud syukur atas nikmat-Nya—ia adalah keindahan batin. Karena itu, Dia menyukai agar tampak pada hamba-Nya keindahan lahir melalui nikmat tersebut, dan keindahan batin melalui rasa syukur atasnya.]

(1) Telah disebutkan takhrijnya (hlm. 265). (2) Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2799) dari Sa‘d bin Abi Waqqash, dan ia berkata: “Hadis ini gharib, dan Khalid bin Ilyas dilemahkan.” (3) Diriwayatkan oleh Muslim (1015) dari Abu Hurairah. (4) Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2819) dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, dan ia berkata: “Hadis ini hasan.” (5) Diriwayatkan oleh Ahmad (3/473), Abu Dawud (4063), at-Tirmidzi (2006), dan an-Nasa’i (8/180) melalui sanad ini. At-Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan sahih.”
فصل • وقوله في الحديث: "إن الله جميل يُحِبُّ الجمال" (١) يتناول جمال الثياب المسؤول عنه في نفس الحديث، ويدخل فيه بطريق العموم الجمال من كل شيء. كما في الحديث الآخر: "إن الله نظيفٌ يحب النظافة" (٢). وفي الصحيح: "إن الله طيِّبٌ لا يقبل إلا طيبًا" (٣). وفي السنن: "الله يحب أن يرى أثر نعمته على عبده" (٤). وفيها: عن أبي الأحوص الجُشَمي، [عن أبيه]؛ قال: رآني النبي ﷺ وعليَّ أطمارٌ، فقال: "هل لك من مال؟ ". قلت: نعم. قال: "من أي المال؟ ". قلت: من كل ما آتى الله من الإبل والشاء. قال: "فلتُرَ نعمتُه وكرامتُه عليك" (٥). فهو سبحانه يحب ظهور أثر نعمته على عبده؛ فإنه من الجمال الذي يحبه، وذلك من شكره على نعمه، وهو جمال باطن؛ فيحب أن يرى على عبده الجمال الظاهر بالنعمة والجمال الباطن بالشكر عليها.
(١) سبق تخريجه (ص ٢٦٥). (٢) أخرجه الترمذي (٢٧٩٩) عن سعد بن أبي وقاص، وقال: هذا حديث غريب، وخالد بن إلياس يُضعَّف. (٣) أخرجه مسلم (١٠١٥) عن أبي هريرة. (٤) أخرجه الترمذي (٢٨١٩) عن عبد الله بن عمرو بن العاص، وقال: هذا حديث حسن. (٥) أخرجه أحمد (٣/ ٤٧٣) وأبو داود (٤٠٦٣) والترمذي (٢٠٠٦) والنسائي (٨/ ١٨٠) بهذا الطريق. قال الترمذي: هذا حديث حسن صحيح.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie