[Pasal
• Sabda beliau dalam hadis, “Sesungguhnya Allah itu indah, Dia menyukai keindahan” (1), mencakup keindahan pakaian yang ditanyakan dalam hadis yang sama, dan secara umum mencakup segala bentuk keindahan.
Sebagaimana dalam hadis lain: “Sesungguhnya Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan” (2).
Dan dalam riwayat sahih: “Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik” (3).
Dan dalam Sunan: “Allah menyukai untuk melihat bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya” (4).
Masih dalam Sunan, dari Abū al-Ahwaṣ al-Jushamī, [dari ayahnya], ia berkata: Nabi ﷺ melihatku memakai pakaian compang-camping, lalu bersabda, “Apakah engkau mempunyai harta?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau bertanya, “Dari jenis harta apa?” Aku menjawab, “Dari apa saja yang Allah anugerahkan berupa unta dan kambing.” Beliau bersabda, “Maka tampakkanlah nikmat dan kemuliaan-Nya pada dirimu” (5).
Maka Dia—Mahasuci—menyukai tampaknya bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya; karena itu termasuk keindahan yang Dia cintai, dan hal itu merupakan wujud syukur atas nikmat-Nya—ia adalah keindahan batin. Karena itu, Dia menyukai agar tampak pada hamba-Nya keindahan lahir melalui nikmat tersebut, dan keindahan batin melalui rasa syukur atasnya.]