Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[Pasal
• Antara menunaikan hak-hak dalam keadaan terdesak dan menunaikannya dalam keadaan sehat berjarak amat jauh.
• “Sesungguhnya hamba-Ku—ya, seluruh hamba-Ku—ialah orang yang mengingat-Ku ketika ia sedang berhadapan dengan lawan tandingnya.” (1)
• “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian berhadapan dengan suatu pasukan maka tetaplah teguh dan perbanyaklah mengingat Allah agar kalian beruntung.” (Al-Anfāl: 45)
• Bukan hal yang mengherankan apabila orang yang sehat dan luang berdiri dalam khidmah; yang menakjubkan justru orang yang lemah lagi sakit, diterpa aneka kesibukan dan keadaan yang silih berganti, namun hatinya tegak dalam khidmah, tidak tertinggal melakukan apa yang ia mampu.

Pasal
• Ma‘rifat kepada Allah Ta‘ālā terbagi dua:
Pertama: ma‘rifat pengakuan, yang dimiliki semua orang—yang saleh maupun yang fasik, yang taat maupun yang durhaka.
Kedua: ma‘rifat yang menumbuhkan rasa malu kepada-Nya, cinta kepada-Nya, keterikatan hati dengan-Nya, kerinduan bertemu-Nya, takut kepada-Nya, kembali kepada-Nya, merasa akrab dengan-Nya, dan lari dari makhluk menuju kepada-Nya. Inilah ma‘rifat khusus yang kerap disebut para ahli; tingkatan mereka di dalamnya tidak dapat dihitung kecuali oleh Dia yang telah memperkenalkan diri-Nya kepada mereka dan menyingkap bagi hati mereka sebagian dari pengetahuan-Nya yang disembunyikan-Nya dari selain mereka. Masing-masing menyinggung ma‘rifat ini sesuai kedudukannya dan kadar apa yang disingkapkan kepadanya.]

(1) Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (3580) dari ‘Imârah bin Za‘krah dalam sebuah hadits qudsi, dan ia berkata: “Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali melalui jalur ini; isnadnya tidak kuat, dan kami tidak mengetahui riwayat ‘Imârah bin Za‘krah dari Nabi ﷺ selain hadits yang satu ini.”
فصل • بين رعاية الحقوق مع الضرّ ورعايتها مع العافية بونٌ بعيدٌ. • "إن عبدي -كل عبدي- الذي يذكرني وهو ملاقٍ قِرنَه" (١). • ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٤٥)﴾ [الأنفال: ٤٥]. • ليس العجب من صحيح فارغ واقفٍ مع الخدمة، إنما العجب من ضعيف سقيم تَعتَوِره الأشغال وتختلف عليه الأحوال وقلبه واقف في الخدمة غير متخلِّفٍ بما يقدر عليه. فصل • معرفة الله سبحانه نوعان: الأول: معرفة إقرار، وهي التي اشترك فيها الناس؛ البر والفاجر، والمطيع والعاصي. والثاني: معرفة تُوجب الحياءَ منه والمحبة له وتعلق القلب به والشوق إلى لقائه وخشيته والإنابة إليه والأنس به والفرار من الخلق إليه، وهذه هي المعرفة الخاصة الجارية على لسان القوم، وتفاوتُهم فيها لا يُحصيه إلا الذي عرفَهم بنفسه وكشفَ لقلوبهم من معرفته ما أخفاه عن سواهم، وكلٌّ أشار إلى هذه المعرفة بحسب مقامه وما كُشِفَ له منها،
(١) أخرجه الترمذي (٣٥٨٠) عن عمارة بن زعكرة في حديث قدسي، وقال: "غريب لا نعرفه إلا من هذا الوجه، ليس إسناده بالقوي، ولا نعرف لعمارة بن زعكرة عن النبي ﷺ إلا هذا الحديث الواحد".

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie