Dan janganlah engkau menyengsarakan ruh dengan kemewahan tubuh! Sebab kenikmatan dan kesengsaraan ruh lebih agung dan lebih kekal, sedangkan kenikmatan dan kesengsaraan tubuh lebih singkat dan lebih ringan.
Dan hanya kepada Allah-lah tempat memohon pertolongan.
Pasal
Seorang arif tidak memerintahkan manusia meninggalkan dunia, karena mereka tidak sanggup meninggalkannya; ia memerintahkan mereka meninggalkan dosa sambil tetap hidup di dunia mereka. Meninggalkan dunia adalah keutamaan, sedangkan meninggalkan dosa adalah kewajiban; bagaimana mungkin orang yang belum menunaikan kewajiban diperintah melakukan keutamaan?!
Apabila meninggalkan dosa terasa berat bagi mereka, berusahalah engkau membuat mereka mencintai Allah dengan menyebut nikmat, anugerah, kebaikan-Nya, serta sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya; karena hati memang diciptakan dalam fitrah mencintai-Nya. Bila hati telah terpaut cinta kepada-Nya, ringanlah bagi mereka meninggalkan dosa, menguranginya, dan tidak bersikeras melakukannya.
Yahya bin Mu‘âdz pernah berkata, “Upaya seorang berakal mencari dunia lebih baik daripada sikap orang bodoh yang meninggalkannya.”
Seorang arif mengajak manusia kepada Allah dari dalam dunia mereka sehingga mereka mudah menjawabnya; sedangkan seorang zuhud mengajak mereka kepada Allah dengan memerintahkan meninggalkan dunia sehingga ajakan itu terasa berat. Sesungguhnya penyapihan dari payudara—sementara manusia tidak pernah sadar dirinya kecuali ia sedang menyusu—itu amat sulit. Karena itu, pilihlah ibu susuan yang paling suci dan terbaik; sebab air susu berpengaruh pada tabiat bayi yang menyusu, dan menyusu kepada wanita dungu mewariskan kedunguan kepada anak. Penyusuan yang paling bermanfaat adalah setelah lapar. Jika engkau sanggup menanggung pahitnya penyapihan, maka lakukanlah; jika tidak, menyusulah sekadarnya, karena kekenyangan yang berlebihan bisa membawa maut.