[orang-orang durhaka dan kafir; makna ayat itu ialah: tidak ada yang berani durhaka sambil merasa aman dari perhitungan Allah—yang akan membalas tipu daya kejahatan mereka dengan makar-Nya atas diri mereka—kecuali orang-orang yang benar-benar merugi.
Adapun yang ditakuti oleh para arif billah dari makar-Nya adalah:
- Bahwa Dia menangguhkan hukuman atas perbuatan mereka, sehingga lahirlah pada diri mereka suatu ketertipuan; mereka pun menjadi akrab dengan dosa, lalu azab datang menjemput mereka secara tiba-tiba dan di saat lengah.
- Hal lain: mereka lalai dari-Nya dan lupa mengingat-Nya; maka Dia meninggalkan mereka tatkala mereka meninggalkan zikir dan ketaatan kepada-Nya, hingga bala dan fitnah segera menerpa mereka; maka makar-Nya terhadap mereka adalah Dia berlepas diri dari mereka.
- Hal lain: Dia mengetahui dari dosa dan aib mereka apa yang tidak mereka ketahui tentang diri mereka sendiri, lalu makar itu menimpa mereka dari arah yang tidak mereka sangka.
- Hal lain: Dia menguji dan mencoba mereka dengan sesuatu yang tidak sanggup mereka sabari, sehingga mereka terperdaya karenanya; itulah makar.
Fashl
• Setahun ibarat sebatang pohon; bulan-bulannya adalah cabang, hari-harinya ranting, jam-jamnya daun, dan helaan napasnya buah. Barang siapa helaan napasnya berada dalam ketaatan, maka buah pohonnya manis; dan barang siapa helaan napasnya berada dalam maksiat, maka buahnya pahit laksana hanzhal. Pemanenan baru terjadi pada Hari Kembali; saat itulah akan tampak mana buah yang manis dan mana yang pahit.
• Ikhlas dan tauhid adalah pohon di dalam hati; cabang-cabangnya adalah amal, dan buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia serta kenikmatan abadi di akhirat. Sebagaimana buah-buah surga tidak terputus dan tidak terlarang, demikian pula buah tauhid dan ikhlas di dunia.]