Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[… neraka, lalu ia masuk ke dalamnya.” (1)

Mereka juga meriwayatkan dari sebagian salaf, “Dosa terbesar di antara dosa besar adalah merasa aman dari makar Allah dan berputus asa dari rahmat-Nya.” (2)

Imam Ahmad menuturkan—dari ‘Aun bin ‘Abdillâh atau selainnya—bahwa ia pernah mendengar seseorang berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau buat aku aman dari makar-Mu.” Beliau mengingkari ucapan itu dan berkata, “Ucapkanlah: Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku termasuk orang yang merasa aman dari makar-Mu.”

Semua itu mereka bangun di atas landasan batil mereka, yaitu pengingkaran terhadap hikmah, tujuan, dan sebab. Menurut mereka, Allah tidak berbuat karena suatu hikmah maupun sebab; Dia berbuat semata-mata karena kehendak yang bebas dari hikmah, tujuan, dan sebab. Dia tidak berbuat demi sesuatu ataupun dengan sesuatu. Karena itu, menurut mereka, sah-sah saja bila Dia menyiksa hamba-hamba-Nya yang taat dengan siksaan paling pedih, dan justru melimpahi musuh-musuh-Nya dan para pelanggar dengan pahala yang besar; kedua hal itu sama saja bagi-Nya. Ketidakmungkinan terjadinya hal tersebut, kata mereka, baru diketahui bila ada berita dari Yang Benar bahwa Dia tidak akan melakukannya; saat itulah diketahui kemustahilannya, semata-mata karena adanya kabar bahwa hal itu tidak akan terjadi, bukan karena pada dirinya hal itu batil dan zalim. Sebab, menurut mereka, kezaliman itu sendiri mustahil terjadi; ia sama sekali tidak mungkin, layaknya menempatkan satu benda di dua tempat pada saat bersamaan, mengumpulkan malam dan siang dalam satu jam, atau menjadikan sesuatu sekaligus ada dan tiada pada waktu yang sama. Itulah hakikat “kezaliman” menurut mereka.

Maka ketika pelaku ibadah itu kembali merenung, ia berkata, “Dzat yang urusan-Nya tidak pernah tetap dan makar-Nya tidak bisa dihindari—bagaimana mungkin aku dapat menaruh kepercayaan dengan mendekat kepada-Nya? Bagaimana bisa diandalkan ketaatan kepada-Nya dan mengikuti perintah-Nya?

Padahal kita hanya memiliki masa yang singkat ini; bila di dalamnya kita meninggalkan kenikmatan, menahan syahwat, memikul beban ibadah, sementara kita tetap tidak yakin apakah Dia akan membalikkan iman kita menjadi kufur, tauhid kita menjadi syirik, ketaatan kita menjadi maksiat, kebajikan kita menjadi kefasikan, lalu menjatuhkan hukuman atas diri kita terus-menerus, maka sungguh kita orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat!!]

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhari (3208) dan Muslim (2643) dari hadis Ibnu Mas‘ud. (2) Diriwayatkan dari perkataan Ali, Ibnu Mas‘ud, dan yang lainnya; lihat: ad-Durr al-Mantsur (4/366).
النار، فيدخلها" (١)، ويروون عن بعض السلف: أكبر الكبائر: الأمن من مكر الله، والقنوطُ من رحمة الله (٢). وذكر الإمام أحمدُ عن عون بن عبد الله أو غيره؛ أنه سمع رجلًا يدعو: اللهم! لا تُؤمِنِّي مكرَك! فأنكر ذلك وقال: قُلْ: اللهم! لا تجعلني ممَّن يأمن مكرَك. وبنوا هذا على أصلهم الباطل، وهو إنكارُ الحكمة والتعليل والأسباب، وأن الله لا يفعل لحكمةٍ ولا بسبب، وإنما يفعل بمشيئة مجردةٍ من الحكمة والتعليل والسبب؛ فلا يفعل لشيءٍ ولا بشيءٍ، وأنه يجوزُ عليه أن يُعذِّب أهل طاعته أشدَّ العذاب، ويُنعم أعداءه وأهل معصيته بجزيل الثواب، وأن الأمرين بالنسبة إليه سواءٌ، ولا يُعلَم امتناعُ ذلك إلا بخبر من الصادق أنه لا يفعله؛ فحينئذٍ يُعلَم امتناعُهُ؛ لوقوع الخبر بأنه لا يكون، لا لأَنَّه في نفسه باطلٌ وظلمٌ؛ فإن الظلم في نفسه مستحيلٌ؛ فإنه غير ممكن، بل هو بمنزلة جعل الجسم الواحد في مكانين في آنٍ واحدٍ، والجمع بين الليل والنهار في ساعةٍ واحدةٍ، وجعل الشيء موجودًا معدومًا معًا في آنٍ واحد؛ فهذا حقيقةُ الظُّلم عندهم. فإذا رجع العامل إلى نفسه قال: من لا يَستقرُّ له أمرٌ، ولا يُؤمَن له مكرٌ؛ كيف يُوثَق بالتقرب إليه؟! وكيف يُعوَّلُ على طاعته واتِّباع أوامره؟! وليس لنا سوى هذه المدة اليسيرة؛ فإذا هجرنا فيها اللَّذات، وتركنا الشهوات، وتكلفنا أثقال العبادات، وكُنَّا مع ذلك على غير ثقةٍ منه أن يقلب علينا الإيمان كفرًا والتوحيد شركًا والطاعة معصيةً والبِرَّ فجورًا ويُديم علينا العقوباتِ؛ كنا خاسرين في الدنيا والآخرة!!
(١) أخرجه البخاري (٣٢٠٨) ومسلم (٢٦٤٣) من حديث ابن مسعود. (٢) روي من كلام علي وابن مسعود وغيرهما، انظر: الدر المنثور (٤/ ٣٦٦).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie