[…bergantung kepadanya di dunia dan di akhirat:
Adapun kebutuhan mereka kepadanya di dunia lebih besar daripada kebutuhan mereka akan makanan, minuman, dan napas yang menghidupkan jasad mereka.
Sedangkan kebutuhan mereka kepadanya di akhirat ialah ketika mereka memohon syafaat para rasul kepada Allah agar Dia melepaskan mereka dari sesaknya tempat berdiri; seluruh rasul menahan diri untuk bersyafaat, lalu beliaulah yang bersyafaat bagi mereka, dan beliaulah yang membuka pintu surga untuk mereka. (1)
Pasal
Di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan ialah: setiap kali ilmu seorang hamba bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya; setiap kali amalnya bertambah, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya; setiap kali umurnya bertambah, berkuranglah ketamakannya; setiap kali hartanya bertambah, bertambah pula kedermawanan dan kemurahannya; setiap kali kedudukan dan kehormatannya bertambah, bertambah pula kedekatannya kepada manusia, kesediaannya memenuhi hajat mereka, dan kerendahan hati terhadap mereka.
Adapun tanda-tanda kesengsaraan ialah: setiap kali ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya; setiap kali amalnya bertambah, bertambah pula kebanggaannya dan sikap meremehkan orang lain serta prasangka baiknya terhadap dirinya sendiri; setiap kali umurnya bertambah, bertambah pula ketamakannya; setiap kali hartanya bertambah, bertambah pula kekikirannya dan sikap menahannya; setiap kali kedudukan dan kehormatannya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya.
Semua hal itu adalah ujian dan cobaan dari Allah; dengan itulah Dia menguji hamba-hamba-Nya. Ada yang berbahagia karenanya, dan ada pula yang celaka karenanya.]