[• Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian menggantungkan agamanya pada (hanya) seorang lelaki; jika lelaki itu beriman ia ikut beriman, dan jika lelaki itu kafir ia pun ikut kafir. Bila kalian terpaksa harus mengambil teladan, maka teladanilah orang yang telah wafat—karena orang yang masih hidup belum terjamin dari fitnah. (1)
• Janganlah salah seorang di antara kalian menjadi pengekor! Mereka bertanya, “Apa itu pengekor?” Beliau menjawab, “Ia berkata: ‘Aku bersama orang banyak; bila mereka mendapat petunjuk aku pun mendapat petunjuk, dan bila mereka tersesat aku pun tersesat.’ Ketahuilah, hendaklah setiap kalian meneguhkan dirinya: sekalipun seluruh manusia kufur, ia tidak akan kufur.” (2)
• Seorang lelaki berkata kepadanya, “Ajarkan aku beberapa kalimat singkat yang padat dan bermanfaat!” Ia menjawab, “Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun; dan bergeraklah bersama Al-Qur’an ke mana pun ia membawamu. Siapa yang datang kepadamu membawa kebenaran, terimalah darinya walaupun ia jauh dan engkau tidak menyukainya; dan siapa yang datang kepadamu membawa kebatilan, tolaklah darinya walaupun ia orang yang engkau cintai dan dekat.” (3)
• Pada Hari Kiamat seorang hamba didatangkan, lalu dikatakan kepadanya, “Tunaikan amanatmu!” Ia berkata, “Ya Rabb, dari mana aku menunaikannya sedangkan dunia telah lenyap?” Maka amanat itu diperlihatkan dalam rupa seperti hari ketika ia mengambilnya—di dasar Jahannam. Ia pun turun mengambilnya, memikul di atas pundaknya dan mendaki; ketika ia mengira akan keluar bersamanya, amanat itu terjungkal, dan ia pun terjungkal mengejarnya sepanjang masa. (4)
• Carilah (periksalah) hatimu pada tiga kesempatan: saat mendengar Al-Qur’an, di majelis-majelis zikir, dan pada waktu-waktu menyendiri. Jika engkau tidak menemukannya pada ketiga tempat itu, mintalah kepada Allah agar Dia menganugerahkan kepadamu sebuah hati—sebab engkau memang tak memiliki hati.]