[• Ilmu bukan diukur dari banyaknya riwayat; hakikat ilmu adalah rasa takut (kepada Allah). (1)
• Kalian melihat orang kafir termasuk manusia yang paling sehat jasadnya namun paling sakit hatinya; dan kalian menjumpai orang mukmin termasuk manusia yang paling sehat hatinya namun paling sakit jasadnya. Demi Allah, seandainya hati kalian sakit sementara tubuh kalian sehat, niscaya kalian lebih hina di sisi Allah daripada kumbang tahi. (2)
• Seorang hamba tidak akan sampai pada hakikat iman sampai ia berada di puncaknya; dan ia tidak akan berada di puncaknya sampai kemiskinan lebih ia cintai daripada kekayaan, kerendahan hati lebih ia cintai daripada kehormatan, serta pujian dan celaan orang terhadapnya sama saja baginya. (3)
• Sungguh, ada seorang lelaki keluar dari rumahnya membawa agamanya, lalu ia pulang tanpa tersisa sedikit pun darinya; ia mendatangi seseorang yang sama sekali tidak mampu menimpakan mudarat atau mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang itu, lalu ia bersumpah demi Allah kepadanya, “Sesungguhnya engkau begini dan begitu.” Ia pun pulang tanpa memperoleh apa-apa dari kebutuhannya, bahkan disertai murka Allah. (4)
• Seandainya aku mengejek seekor anjing, aku khawatir akan diubah menjadi anjing. (5)
• Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan hati. (6)
• Pada setiap pandangan, setan mempunyai peluang. (7)]