[• Siapa pun yang shalatnya tidak memerintahkannya berbuat makruf dan mencegahnya dari mungkar, maka shalat itu hanya membuatnya semakin jauh dari Allah. (1)
• Termasuk buah keyakinan ialah: tidak mencari ridha manusia dengan mendatangkan murka Allah, tidak memuji siapa pun atas rezeki yang Allah berikan, dan tidak menyalahkan siapa pun atas apa yang Allah belum anugerahkan kepadamu. Sesungguhnya rezeki Allah tidak akan dihadirkan oleh ambisi orang yang rakus dan tidak akan dihalangi oleh kebencian orang yang benci. Dengan keadilan, kelembutan, dan kebijaksanaan-Nya, Allah menempatkan kelapangan dan kegembiraan pada keyakinan dan kerelaan, serta menempatkan kegundahan dan kesedihan pada keraguan dan ketidaksenangan. (2)
• Selama engkau berada dalam shalat, engkau sedang mengetuk pintu Sang Raja; dan siapa yang mengetuk pintu Sang Raja, niscaya akan dibukakan baginya. (3)
• Aku benar-benar menduga seseorang melupakan ilmu yang dahulu diketahuinya karena dosa yang dilakukannya. (4)
• Jadilah mata air ilmu, lampu petunjuk, penghuni rumah, pelita malam, hati yang diperbarui, pakaian yang lusuh; dikenal di langit tetapi tersembunyi dari penduduk bumi. (5)
• Sesungguhnya hati memiliki saat-saat berhasrat dan saat-saat berpaling; maka manfaatkanlah ketika ia berhasrat dan datang, dan biarkanlah ketika ia lelah dan pergi. (6)]