Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[• Siapa yang menyombongkan diri, Allah akan merendahkannya; dan siapa yang durhaka kepada Allah, berarti ia menuruti setan. (1)
• Seorang penghafal Al-Qur’an seharusnya dikenal dengan (ibadah) malamnya ketika manusia tertidur, dengan (puasa) siangnya ketika manusia berbuka, dengan kesedihannya ketika manusia bersuka ria, dengan tangisnya ketika manusia tertawa, dengan diamnya ketika manusia larut berbicara, dan dengan kekhusyukannya ketika manusia bermegah-megahan. Hendaknya penghafal Al-Qur’an itu banyak menangis, bersedih, bijaksana, penyantun, dan tenang; tidak pantas bagi penghafal Al-Qur’an bersikap kasar, lalai, suka berteriak, suka ribut, atau berhati keras. (2)
• Siapa yang meninggikan diri karena sombong, Allah akan merendahkannya; dan siapa yang merendah diri karena khusyuk, Allah akan meninggikannya. (3)
• Sesungguhnya ada bisikan dari malaikat dan ada bisikan dari setan: bisikan malaikat ialah janji untuk berbuat baik dan pembenaran terhadap kebenaran; maka apabila kalian merasakannya, pujilah Allah. Adapun bisikan setan ialah dorongan kepada kejahatan dan pendustaan terhadap kebenaran; maka apabila kalian merasakannya, mohonlah perlindungan kepada Allah. (4)
• Manusia telah memperindah ucapannya; barang siapa ucapannya sejalan dengan perbuatannya, dialah yang memperoleh bagiannya, dan barang siapa ucapannya bertentangan dengan perbuatannya, ia hanyalah mencela dirinya sendiri. (5)
• Aku benar-benar membenci seseorang yang kulihat menganggur, tidak sibuk dengan urusan dunia maupun urusan akhirat. (6)]

(1) Lihat Al-Madkhal karya Al-Baihaqi (796); Al-Hilyah (1/138-139); dan Az-Zuhd karya Abu Dawud (170). (2) Lihat Az-Zuhd karya Ahmad (hlm. 162) dan Al-Hilyah (1/130). (3) Lihat Az-Zuhd karya Waki‘ (216), karya Ahmad (hlm. 156), dan Al-Hilyah (1/130). (4) Lihat Az-Zuhd karya Ahmad (hlm. 157). Riwayat ini juga diriwayatkan secara marfū‘ namun dengan sanad yang lemah. (5) Lihat Az-Zuhd karya Waki‘ (266) dan karya Ahmad (hlm. 160). (6) Lihat Az-Zuhd karya Ahmad (hlm. 159); Al-Mu‘jam al-Kabīr karya ath-Thabarani (9/102); dan Al-Hilyah (1/130).
ومن يَستكبِر يَضَعْه الله، ومن يَعصِ الله يُطعِ الشيطانَ (١). • ينبغي لحامل القرآن أن يُعَرفَ بليله إذا الناسُ نائمون، وبنهاره إذا الناس مفطرون، وبحزنه إذا الناس يفرحون، وببكائه إذا الناس يضحكون، وبصَمْتِه إذا الناس يخوضون، وبخشوعه إذا الناس يختالون. وينبغي لحامل القرآن أن يكون باكيًا محزونًا حكيمًا حليمًا سكينًا، ولا ينبغي لحامل القرآن أن يكون جافيًا ولا غافلًا ولا سخَّابًا ولا صَيَّاحًا ولا حديدًا (٢). • من تطاول تعظُّمًا حَطَّهُ الله، ومن تواضع تخشُّعًا رفعه الله (٣). • وإنَّ للملَكِ لَمَّةً وللشيطان لَمَّةً: فلَمَّةُ الملك إيعادٌ بالخير وتصديقٌ بالحقِّ؛ فإذا رأيتم ذلك فاحمدوا الله. ولَمَّةُ الشيطان إيعادٌ بالشرِّ وتكذيبٌ بالحقِّ؛ فإذا رأيتُم ذلك فتعوَّذوا بالله (٤). • إنَّ الناس قد أحسنوا القولَ؛ فمن وافق قولُه فعلَه فذاك الذي أصابَ حظَّه، ومن خالف قولُهُ فعلَه فذاك إنما يُوبِّخُ نفسه (٥). • إني لأُبغِضُ الرجلَ أن أراهُ فارغًا ليس في شيءٍ من عمل الدُّنيا ولا عمل الآخرة (٦).
(١) انظر المدخل للبيهقي (٧٩٦) والحلية (١/ ١٣٨ - ١٣٩) والزهد لأبي داود (١٧٠). (٢) انظر الزهد لأحمد (ص ١٦٢) والحلية (١/ ١٣٠). (٣) انظر الزهد لوكيع (٢١٦) ولأحمد (ص ١٥٦) والحلية (١/ ١٣٠). (٤) انظر الزهد لأحمد (ص ١٥٧). وروي مرفوعًا بإسناد ضعيف. (٥) انظر الزهد لوكيع (٢٦٦) ولأحمد (ص ١٦٠). (٦) انظر الزهد لأحمد (ص ١٥٩) والمعجم الكبير للطبراني (٩/ ١٠٢) والحلية (١/ ١٣٠).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie