[• Siapa yang menyombongkan diri, Allah akan merendahkannya; dan siapa yang durhaka kepada Allah, berarti ia menuruti setan. (1)
• Seorang penghafal Al-Qur’an seharusnya dikenal dengan (ibadah) malamnya ketika manusia tertidur, dengan (puasa) siangnya ketika manusia berbuka, dengan kesedihannya ketika manusia bersuka ria, dengan tangisnya ketika manusia tertawa, dengan diamnya ketika manusia larut berbicara, dan dengan kekhusyukannya ketika manusia bermegah-megahan. Hendaknya penghafal Al-Qur’an itu banyak menangis, bersedih, bijaksana, penyantun, dan tenang; tidak pantas bagi penghafal Al-Qur’an bersikap kasar, lalai, suka berteriak, suka ribut, atau berhati keras. (2)
• Siapa yang meninggikan diri karena sombong, Allah akan merendahkannya; dan siapa yang merendah diri karena khusyuk, Allah akan meninggikannya. (3)
• Sesungguhnya ada bisikan dari malaikat dan ada bisikan dari setan: bisikan malaikat ialah janji untuk berbuat baik dan pembenaran terhadap kebenaran; maka apabila kalian merasakannya, pujilah Allah. Adapun bisikan setan ialah dorongan kepada kejahatan dan pendustaan terhadap kebenaran; maka apabila kalian merasakannya, mohonlah perlindungan kepada Allah. (4)
• Manusia telah memperindah ucapannya; barang siapa ucapannya sejalan dengan perbuatannya, dialah yang memperoleh bagiannya, dan barang siapa ucapannya bertentangan dengan perbuatannya, ia hanyalah mencela dirinya sendiri. (5)
• Aku benar-benar membenci seseorang yang kulihat menganggur, tidak sibuk dengan urusan dunia maupun urusan akhirat. (6)]