Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[tanah. (1)

• Ia berkata, “Alangkah indahnya dua perkara yang dibenci: mati dan miskin. Demi Allah, hidup ini hanyalah kaya atau miskin, dan aku tidak peduli mana pun yang menimpaku; aku berharap kepada Allah pada masing-masingnya: jika kaya, di dalamnya ada belas kasih, jika miskin, di dalamnya ada kesabaran.” (2)

3- Ia juga berkata, “Kalian sedang melewati putaran malam dan siang; umur kalian terus berkurang, amal kalian tersimpan, dan maut datang tiba-tiba. Siapa menanam kebaikan, hampir-hampir ia menuai harapan; siapa menanam keburukan, hampir-hampir ia menuai penyesalan. Setiap penanam akan mendapatkan seperti yang ia tanam; yang lamban tidak akan luput dari bagiannya, dan yang rakus tidak akan meraih apa yang tidak ditakdirkan baginya. Siapa diberi kebaikan, Allah-lah yang memberinya; siapa dilindungi dari keburukan, Allah-lah yang melindunginya. Orang-orang bertakwa adalah pemuka, para faqih adalah pemandu, dan duduk bersama mereka adalah tambahan (kebaikan).” (3)

• “Sesungguhnya urusan itu hanya dua: petunjuk dan ucapan. Sebaik-baik ucapan adalah Kalam Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ, sedangkan seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bidah. Maka janganlah waktu yang panjang menipu kalian, dan jangan pula angan-angan melalaikan kalian; sebab segala yang akan datang itu dekat, sedangkan yang jauh hanyalah apa yang tidak akan datang. Ketahuilah, celakalah orang yang sengsara sejak dalam perut ibunya, dan berbahagialah orang yang mengambil pelajaran dari selainnya. Ketahuilah, memerangi seorang Muslim adalah kekufuran, dan mencacinya adalah kefasikan. Tidak halal bagi seorang Muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari: ia menyalaminya bila berjumpa, menjawabnya bila dipanggil, dan menjenguknya bila sakit. Ketahuilah, seburuk-buruk kabar adalah kabar dusta. Ketahuilah, dusta tidak layak, baik serius maupun bercanda, dan tidak pula seseorang menjanjikan sesuatu kepada anaknya lalu tidak…]

(1) Lihat Al-Mustadrak (3/315) dan Al-Ḥilyah (1/133). (2) Lihat Az-Zuhd karya Waki‘ (132), Az-Zuhd karya Aḥmad (hal. 156), dan Al-Ḥilyah (1/132). (3) Lihat Az-Zuhd karya Aḥmad (hal. 161), Al-Mu‘jam Al-Kabīr karya Ṭabarānī (8533), Al-Ḥilyah (1/133), dan Al-Madkhal karya al-Bayhaqī (439).
التراب (١). • وقال: حبَّذا المكروهانِ الموتُ والفقرُ. وأيمُ الله إنْ هو إلَّا الغنَى والفقرُ، وما أبالي بأيِّهما بُلِيتُ، أرجو الله في كل واحدٍ منهما: إن كان الغنى إنَّ فيه للعطف، وإن كان الفقرُ إن فيه للصبر (٢). ٣ - وقال: إنكم في ممرِّ الليل والنهار؛ في آجالٍ منقوصةٍ، وأعمالٍ محفوطةٍ، والموتُ يأتي بغتةً؛ فمن زرع خيرًا فيُوشِكُ أن يَحصُد رغبةً، ومن زرع شرًّا فيوشكُ أن يَحصُد ندامةً، ولكلِّ زارعٍ مثل ما زرع؛ لا يسبقُ بطيءٌ بحظِّه، ولا يُدرِك حريصٌ ما لم يُقدَّر له؛ من أُعطي خيرًا فالله أعطاهُ، ومن وُقي شرًّا فالله وقاهُ. المتقون سادةٌ، والفقهاءُ قادةٌ، ومجالستُهم زيادة (٣). • إنَّما هما اثنتان: الهدْيُ والكلام؛ فأفضلُ الكلام كلامُ الله، وأفضَلُ الهدي هديُ محمد ﷺ، وشرُّ الأمور مُحدثاتُها، وكلُّ مُحدَثَةٍ بدعةٌ؛ فلا يَطولَنَّ عليكم الأمدُ، ولا يُلهينَّكُمُ الأملُ؛ فإن كل ما هو آت قريبٌ، ألا وإن البعيد ما ليس آتيًا. ألا وإنَّ الشقي من شَقِيَ في بطنِ أمه، وإن السعيد من وُعِظَ بغيره. ألا وإنّ قتال المسلم كُفْرٌ، وسبابَهُ فُسوقٌ. ولا يَحلُّ لمسلم أن يَهجُرَ أخاهُ فوق ثلاثة أيام، حتَّى يُسلِّم عليه إذا لقيهُ، ويُجيبهُ إذا دعاهُ، ويعوده إذا مرض. ألا وإن شرَّ الرَّوايا روايا الكذب. ألا وإنَّ الكذب لا يصلُحُ منه جدٌّ ولا هزلٌ ولا أن يَعِدَ الرجلُ صَبيَّهُ شيئًا ثم لا
(١) انظر المستدرك (٣/ ٣١٥) والحلية (١/ ١٣٣). (٢) انظر الزهد لوكيع (١٣٢) والزهد لأحمد (ص ١٥٦) والحلية (١/ ١٣٢). (٣) انظر الزهد لأحمد (ص ١٦١) والمعجم الكبير للطبراني (٨٥٣٣) والحلية (١/ ١٣٣) والمدخل للبيهقي (٤٣٩).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie