Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Allah Ta‘ala berfirman: “Orang-orang Arab Badui itu lebih keras kekufuran dan kemunafikannya, serta lebih pantas untuk tidak mengetahui batas-batas apa yang telah Allah turunkan kepada Rasul-Nya.” (QS. at-Taubah: 97).

Maka manusia yang paling adil ialah orang yang menegakkan batas-batas akhlak, amal, dan syariat—baik secara pengetahuan maupun perbuatan. Dan kepada Allah-lah pertolongan.

Pasal
Abu ad-Dardā’ radhiyallāhu ‘anhu berkata, “Alangkah nikmatnya tidur dan berbukanya orang-orang cerdas; betapa dengan itu mereka meraih keuntungan dibanding qiyāmnya orang-orang dungu dan puasa mereka; dan seserpih atom dari seorang yang bertakwa lebih utama daripada ibadah sebesar gunung-gunung yang dilakukan oleh orang-orang yang tertipu!” (1)

Ini termasuk mutiara kata yang paling indah dan sekaligus bukti paling gamblang tentang kesempurnaan pemahaman para sahabat serta ketunggulan mereka atas generasi sesudahnya dalam seluruh kebaikan—raḍiyallāhu ‘anhum.

Ketahuilah, seorang hamba menempuh tahapan perjalanan menuju Allah dengan hati dan tekadnya, bukan dengan tubuhnya; dan hakikat takwa itu adalah takwanya hati, bukan takwanya anggota badan.

Allah Ta‘ala berfirman: “Demikianlah; barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu bersumber dari takwa hati.” (QS. al-Ḥajj: 32).

Dan Dia berfirman: “Daging dan darah hewan kurban itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.” (QS. al-Ḥajj: 37).

Nabi ﷺ bersabda, “Takwa itu di sini,” sambil menunjuk ke dadanya (2).

(1) Diriwayatkan oleh Ahmad dalam “Az-Zuhd” (hlm. 137) dan Abu Nu‘aim dalam “Hilyah al-Awliyā’” (1/211). (2) Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2564) dari Abu Hurairah.
قال تعالى: ﴿الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ﴾ [التوبة: ٩٧]. فأعدلُ الناس من قام بحدود الأخلاق والأعمال والمشروعات معرفةً وفعلًا. وبالله التوفيقُ. فصل قال أبو الدرداءِ ﵁: يا حبَّذا نومُ الأكياس وفِطْرُهم؛ كيف يغبنون به قيام الحمقى وصومهم؛ والذرةُ من صاحب تقوى أفضلُ من أمثال الجبال عبادةً من المُغترِّين (١)؟! وهذا من جواهر الكلام وأدلِّه على كمال فقه الصحابة وتقدمهم على من بعدهم في كل خير ﵃. فاعلمْ أن العبد إنما يَقطع منازلَ السير إلى الله بقلبه وهمته لا ببدنِه، والتقوى في الحقيقة تقوى القلوب لا تقوى الجوارح. قال تعالى: ﴿ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ (٣٢)﴾ [الحج: ٣٢]. وقال: ﴿لَنْ يَنَال اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ﴾ [الحج: ٣٧]. وقال النبي ﷺ: "التقوى ها هنا"، وأشار إلى صدره (٢).
(١) أخرجه أحمد في "الزهد" (ص ١٣٧) وأبو نعيم في "حلية الأولياء" (١/ ٢١١). (٢) أخرجه مسلم (٢٥٦٤) عن أبي هريرة.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie