Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Maka ketika kitab itu diturunkan, Allah—Mahasuci Dia—membalas para pelaku kebajikan dengan memberi taufik kepada mereka untuk beriman kepadanya sebagai ganjaran atas kebaikan dan ketaatan mereka; dan Dia menelantarkan para pelaku kefajiran, kekejian, dan kezaliman dengan menghalangi mereka memperoleh petunjuk darinya.

Hal kedua: apabila seorang hamba beriman kepada kitab itu dan mengambil petunjuk darinya secara umum, menerima perintah-perintahnya dan membenarkan berita-beritanya, maka sikap itu menjadi sebab datangnya petunjuk lain yang bersifat rinci. Sesungguhnya petunjuk tidak memiliki titik akhir; sekalipun seorang hamba telah mencapai tingkat setinggi apa pun, di atas petunjuknya masih ada petunjuk lain, dan di atasnya masih ada lagi petunjuk tanpa batas. Setiap kali seorang hamba bertakwa kepada Rabb-nya, ia naik ke tingkat petunjuk berikutnya; ia senantiasa berada dalam tambahan petunjuk selama terus menambah ketakwaan. Sebaliknya, setiap kali ia menyia-nyiakan bagian dari ketakwaan, hilanglah darinya bagian petunjuk sebanding dengan kadar yang hilang itu. Maka, semakin ia bertakwa, semakin bertambahlah petunjuknya; dan semakin bertambah petunjuknya, semakin bertambah pula ketakwaannya.

Allah Ta‘ala berfirman: “Sungguh telah datang kepada kalian Rasul Kami yang menjelaskan kepada kalian banyak hal dari (ajaran) Kitab yang selama ini kalian sembunyikan, dan ia memaafkan banyak (pula). Sungguh telah datang kepada kalian dari Allah cahaya dan Kitab yang jelas (15) yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada siapa yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan, mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus (16)” (al-Mā’idah: 15–16).

Dan Dia juga berfirman: “Allah memilih untuk diri-Nya siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada-Nya siapa yang kembali (bertaubat)” (asy-Syūrā: 13).

Dia berfirman pula: “Orang yang takut (kepada Allah) pasti mengambil pelajaran” (al-A‘lā: 10).

Dan firman-Nya: “Dan tidaklah mengambil pelajaran kecuali orang yang kembali (kepada-Nya)” (Ghafir: 13).

Serta firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, Tuhan mereka memberi mereka petunjuk karena iman mereka” (Yunus: 9); Dia menuntun mereka pertama kali kepada iman, dan setelah mereka beriman Allah memberi mereka petunjuk melalui iman itu—petunjuk demi petunjuk.

ذلك؛ فلما نزل الكتابُ أثاب سبحانه أهل البرِّ بأن وَفَّقَهم للإيمان به جزاءً لهم على برِّهم وطاعتِهِم، وخذل أهل الفجورِ والفُحْش والظُّلم بأنْ حال بينهم وبين الاهتداء به. والأمرُ الثاني: أنَّ العبد إذا آمن بالكتاب واهتدى به مجملًا وقَبِلَ أوامرهُ وصدَّق بأخباره؛ كان ذلك سببًا لهدايةٍ أُخرى تحصُلُ له على التفصيل؛ فإنَّ الهداية لا نهاية لها، ولو بلغ العبدُ فيها ما بلغ؛ ففوق هدايته هدايةٌ أخرى، وفوق تلك الهداية هدايةٌ أخرى إلى غير غاية؛ فكلما اتَّقى العبد ربَّهُ ارتقى إلى هداية أخرى؛ فهو في مزيد هداية ما دام في مزيد من التَّقْوى، وكلَّما فوَّتَ حظًّا من التقوى فاته حظٌّ من الهداية بحسبه؛ فكلَّما اتَّقى زاد هداه، وكلما اهتدى زادت تقواه. قال تعالى: ﴿قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (١٥) يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (١٦)﴾ [المائدة: ١٥ - ١٦]. وقال تعالى: ﴿اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)﴾ [الشورى: ١٣]. وقال تعالى: ﴿سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى (١٠)﴾ [الأعلى: ١٠]. وقال: ﴿وَمَا يَتَذَكَّرُ إلا مَنْ يُنِيبُ (١٣)﴾ [غافر: ١٣] وقال: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ﴾ [يونس: ٩]؛ فهداهم أولًا للإيمان، فلما آمنوا هداهُم بالإيمان هدايةً بعد هدايةٍ.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie