Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[keuniversalan pemeliharaan dan pengaturan-Nya sebagai Rabb, hikmah-Nya, kesempurnaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, keterkaitan nama-nama serta sifat-sifat itu dengan objeknya, dan tuntutan konsekuensi serta pengaruh yang timbul darinya. Semua itu merupakan salah satu petunjuk terbesar atas ketuhanan, kerajaan, dan keilahian-Nya, atas cinta dan murka-Nya, serta atas pahala dan siksa-Nya.

Allah-lah yang lebih mengetahui.

• Para pemilik hajat berdiri di gerbang Sang Raja, memohon agar keperluan mereka dipenuhi; sedangkan para wali-Nya yang mencintai-Nya—mereka yang menjadikan Dia satu-satunya perhatian dan tujuan—duduk di majelis-Nya sebagai sahabat istimewa-Nya. Apabila Dia berkehendak menunaikan hajat salah seorang di antara para pendatang itu, Dia memberi izin kepada sebagian sahabat khusus-Nya untuk memberi syafaat kepadanya—sebagai rahmat bagi si pemohon dan penghormatan bagi sang pemberi syafaat—sementara semua orang lain terusir dari gerbang, dicambuk oleh cemeti jarak.

Pasal

Sepuluh hal yang sia-sia, tidak membawa manfaat: (1) ilmu yang tidak diamalkan; (2) amal yang tanpa keikhlasan dan tanpa mengikuti tuntunan; (3) harta yang tidak dinafkahkan, sehingga pengumpulnya tidak menikmatinya di dunia dan tidak pula mengirimkannya sebagai bekal ke akhirat; (4) hati yang kosong dari cinta kepada Allah, rindu kepada-Nya, dan keakraban dengan-Nya; (5) tubuh yang disia-siakan dari ketaatan dan pengabdian; (6) cinta yang tidak diikat dengan keridaan sang tercinta dan kepatuhan kepada perintah-Nya; (7) waktu yang terbuang tanpa menebus kelalaian ataupun memanfaatkan kesempatan berbuat baik dan mendekatkan diri; (8) pikiran yang berkeliaran pada hal-hal yang tidak berguna; (9) pelayanan kepada orang yang pelayananmu kepadanya tidak mendekatkanmu kepada Allah dan tidak pula memperbaiki duniamu; dan (10) rasa takut serta harapan yang engkau tujukan kepada makhluk yang ubun-ubunnya berada di tangan Allah, terbelenggu dalam genggaman-Nya, yang tidak berkuasa atas dirinya untuk menolak mudarat, mendatangkan manfaat, mematikan, menghidupkan, ataupun membangkitkan.

Di antara semua kesia-siaan itu, yang paling besar ada dua—keduanya adalah akar segala kesia-siaan: menyia-nyiakan hati dan menyia-nyiakan waktu. Hati disia-siakan karena lebih mengutamakan dunia daripada akhirat, sedangkan waktu disia-siakan karena panjang angan-angan.]

عمومِ ربوبيَّته سبحانه وحكمته، وكمال أسمائه وصفاته، وتعلُّقها بمتعلَّقاتها، واقتضائها لآثارها وموجباتها. وذلك من أعظم الدِّلالة على ربوبيَّتِهِ ومُلكِهِ وإلهيَّتِهِ، وحُبِّهِ وبُغْضِهِ، وثوابِهِ وعقابِهِ. والله أعلم. • أربابُ الحوائج على باب الملك يسألون قضاءَ حوائجهم، وأولياؤُهُ المحبُّون له الذين هو همُّهم ومُرادُهم جُلساؤُهُ وخواصُّه؛ فإذا أراد قضاءَ حاجة واحدٍ من أولئك؛ أذِنَ لبعض جلسائه وخاصَّتِهِ أن يشفع فيه رحمةً له وكرامةً للشافع، وسائرُ الناس مطرودون عن الباب مضروبون بسياط البُعْدِ. فصل عشرةُ أشياء ضائعةٌ لا يُنتفع بها: علمٌ لا يُعمَل به، وعملٌ لا إخلاصَ فيه ولا اقتداء، ومالٌ لا يُنْفَقُ منه فلا يَستمتِعُ به جامعُه في الدُّنيا ولا يُقدِّمُه أمامَه إلى الآخرة، وقلبٌ فارغٌ من محبة الله والشوق إليه والأنس به، وبدنٌ معطَّلٌ من طاعته وخدمته، ومحبةٌ لا تتقيَّدُ برِضىَ المحبوب وامتثال أوامره، ووقتٌ معطَلٌ عن استدراك فارطٍ أو اغتنام برٍّ وقُربةٍ، وفكرٌ يجولُ فيما لا ينفعُ، وخدمةُ من لا تُقرِّبُك خدمتُه إلى الله ولا تعودُ عليك بصلاح دُنياك، وخوفُك ورجاؤُك لمن ناصيته بيد الله وهو أسيرٌ في قبضته ولا يَملِك لنفسه ضرًّا ولا نفعًا ولا موتًا ولا حياةً ولا نشورًا. وأعظمُ هذه الإضاعات إضاعتان هُما أصلُ كلِّ إضاعةٍ: إضاعةُ القلب وإضاعةُ الوقت؛ فإضاعة القلب من إيثار الدُّنيا على الآخرة، وإضاعةُ الوقت من طول الأمل.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie