Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[dan kegigihannya untuk meraihnya pun semakin sempurna; berbeda dengan jiwa yang dingin dan kosong dari dorongan itu—meskipun ia juga mencari yang lebih tinggi, namun antara kedua bentuk pencarian itu terdapat perbedaan yang sangat besar! Tidakkah engkau melihat bahwa orang yang berjalan menuju kekasihnya di atas bara api dan duri lebih agung daripada orang yang mendatanginya sambil berkendara di atas unta-unta pilihan? Maka tidak sama orang yang mengutamakan kekasihnya sementara jiwanya masih meronta-ronta, dengan orang yang mengutamakannya ketika jiwanya sama sekali tidak menoleh kepada selainnya. Karena itu, Allah—Mahasuci Dia—menguji hamba-Nya dengan syahwat; bisa menjadi tirai yang menutupinya dari-Nya, atau menjadi tabir yang justru mengantarkannya kepada keridaan, kedekatan, dan kemuliaan di sisi-Nya.

Golongan keempat: golongan yang mengenal jalan kejahatan, bidah, dan kekufuran secara terperinci, sedangkan jalan orang-orang beriman hanya secara garis besar.

Beginilah keadaan banyak orang yang menekuni pemikiran berbagai bangsa dan pemikiran ahli bidah; mereka mengenal pemikiran itu secara rinci, tetapi tidak mengenal apa yang dibawa Rasul dengan cara yang sama. Mereka hanya mengenalnya secara global, meski pada sebagian masalah mereka mendapatkan rincian; siapa saja yang menelaah buku-buku mereka akan melihat hal itu dengan jelas.

Demikian pula, seorang yang pernah mengetahui secara rinci jalan-jalan kejahatan, kezaliman, dan kerusakan serta menempuhnya; ketika ia bertobat dan kembali kepada jalan orang-orang baik, pengetahuannya tentang jalan-jalan itu tinggal bersifat umum. Ia tidak lagi mengetahuinya secara detail sebagaimana orang yang menghabiskan seluruh umurnya untuk berkecimpung dan menelusurinya.

Intinya, Allah Mahasuci Dia mencintai agar jalan para musuh-Nya dikenal supaya dijauhi dan dibenci, sebagaimana Dia mencintai agar jalan para wali-Nya dikenal supaya dicintai dan ditempuh.

Dan dalam pengetahuan ini terdapat berbagai faedah dan rahasia yang hanya Allah yang mengetahuinya; di antaranya pengetahuan tentang]

(1) Dalam naskah asli: "من مشى من سار". (2) Dalam naskah asli: "من مشى من سار".
وحرصُه عليه أتمَّ؛ بخلاف النفس الباردة الخالية من ذلك؛ فإنها وإن كانت طالبةً للأعلى، لكن بين الطلبين فرقٌ عظيم! ألا ترى أن من مشى (١) إلى محبوبه على الجمر والشوك أعظمُ ممَّن مشى (٢) إليه راكبًا على النجائب؟ فليس من آثر محبوبه مع منازعة نفسه كمن آثره مع عدم منازعتها إلى غيره؛ فهو سبحانه يبتلي عبده بالشَّهوات؛ إمَّا حجابًا له عنه، أو حاجبًا له يُوصِلُه إلى رضاهُ وقُربِه وكرامتِهِ. الفرقة الرابعة: فرقةٌ عرفتْ سبيلَ الشرِّ والبدع والكفر مفضَّلةً، وسبيلَ المؤمنين مجملةً. وهذا حالُ كثيرٍ ممن اعتنى بمقالات الأمم ومقالات أهل البدع، فعرفها على التفصيل، ولم يَعرِفْ ما جاء به الرسول كذلك، بل عرفهُ معرفةً مجملةً، وإن تفصَّلتْ له في بعض الأشياء، ومن تأمَّل كُتبهم رأى ذلك عيانًا. وكذلك من كان عارفًا بطرق الشر والظُّلم والفساد على التفصيل سالكًا لها، إذا تاب ورجع عنها إلى سبيل الأبرار؛ يكونُ علمه بها مجملًا، غير عارفٍ بها على التفصيل معرفةَ من أفنى عُمُرَهُ في تصرُّفها وسلوكها. والمقصودُ أنَّ الله سبحانه يُحِبُّ أن تُعرَفَ سبيلُ أعدائه لتُجتنَب وتُبْغَض كما يُحِبُّ أن تُعرَف سبيلُ أوليائه لتُحَبَّ وتُسلَكَ. وفي هذه المعرفة من الفوائد والأسرار ما لا يعلمه إلا الله؛ من معرفة
(١) في الأصل: "من مشى من سار". (٢) في الأصل: "من مشى من سار".

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie