Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Keadaannya bagaikan orang yang jiwanya selamat dari keinginan-keinginan syahwat; syahwat itu tidak pernah terlintas di hatinya dan dirinya tidak pernah mengajaknya kepadanya. Berbeda dengan golongan pertama; mereka mengenal syahwat itu, jiwa mereka condong kepadanya, lalu mereka memeranginya demi meninggalkannya karena Allah.

Pernah juga orang-orang menulis surat kepada Umar bin al-Khaththab r.a. menanyakan masalah ini: manakah yang lebih utama—seorang lelaki yang syahwat tidak pernah terlintas padanya dan tidak terbetik di benaknya, atau seorang lelaki yang jiwanya menggodanya untuk melakukan syahwat namun ia meninggalkannya karena Allah? Umar menjawab dengan tulisan: “Sesungguhnya orang yang jiwanya menyukai kemaksiatan lalu ia meninggalkannya karena Allah termasuk orang-orang yang Allah uji hati mereka untuk takwa; bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Hujurat: 3) (1).

Demikian pula orang yang mengenal bidah, syirik, kebatilan, serta segala jalannya; lalu ia membencinya karena Allah, mewaspadainya, memperingatkan darinya, menolaknya dari dirinya, dan tidak membiarkannya menggores permukaan imannya atau menimbulkan syubhat dan keraguan, bahkan dengan mengenalnya ia justru bertambah tajam dalam melihat kebenaran, semakin mencintainya, semakin membenci kebatilan dan menjauhinya—dia lebih utama daripada orang yang kebatilan itu sama sekali tidak terlintas di benaknya dan tidak pernah hadir dalam hatinya. Sebab setiap kali kebatilan itu melintas di hatinya dan terbayang olehnya, ia bertambah cinta kepada kebenaran, makin mengenal nilainya, dan bergembira dengannya, sehingga imannya kian kuat.

Demikian pula pemilik lintasan-lintasan syahwat dan maksiat; setiap kali lintasan itu datang dan ia berpaling darinya menuju lawannya, kecintaannya kepada lawannya bertambah, begitu pula keinginan, pencarian, dan kesungguhannya. Allah ﷻ tidaklah menguji hamba-Nya yang beriman dengan kecintaan kepada syahwat dan maksiat serta kecenderungan jiwanya kepadanya, melainkan untuk menggiringnya melalui ujian itu menuju kecintaan kepada sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih kekal, serta agar ia berjihad melawan dirinya demi meninggalkannya karena Allah. Jihad itu pun mengantarkannya kepada sesuatu yang paling dicintai. Maka setiap kali jiwanya mengajaknya kepada syahwat itu, keinginannya menguat, dan kerinduannya memuncak, ia mengalihkan kerinduan, keinginan, dan kecintaannya itu kepada jenis cinta yang lebih tinggi dan abadi, sehingga desakannya untuk meraihnya menjadi lebih kuat,

(1) Lihat Tafsir Ibnu Katsir (7/3263) dan Ad-Durr al-Mantsur (13/538).
وهو بمنزلة من سَلِمَتْ نفسُه من إرادة الشهوات فلم تَخْطُر بقلبه ولم تَدْعُه إليها نفسه؛ بخلاف الفرقة الأولى؛ فإنهم يعرفونها وتميلُ إليها نفوسهم ويجاهدونها على تركها لله. وقد كتبوا إلى عمر بن الخطاب يسألونه عن هذه المسألة: أيُّهما أفضلُ: رجلٌ لم تَخْطُرْ له الشهواتُ ولم تَمُرَّ بباله، أو رجلٌ نازعتْهُ إليها نفسُه فتركها لله؟ فكتب عمرُ: إنَّ الذي تشتهي نفسه المعاصي ويتركها لله ﷿ من ﴿الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (٣)﴾ [الحجرات: ٣] (١). وهكذا من عَرف البدعَ والشرك والباطل وطُرُقَهُ؛ فأبغضَها لله، وحَذِرَها، وحَذَّر منها، ودفعها عن نفسه، ولم يَدَعْها تَخْدِشُ وجهَ إيمانه ولا تُورِثُهُ شبهةً ولا شكًّا، بل يزدادُ بمعرفتها بصيرةً في الحقِّ ومحبةً له، وكراهةً لها ونفرةً عنها: أفضلُ ممَّن لا تخطُرُ بباله ولا تَمُرُّ بقلبه؛ فإنَّه كلما مرت بقلبه وتصوَّرتْ له ازداد محبةً للحقِّ ومعرفة بقدره وسُرورًا به، فيَقْوَى إيمانُهُ به؛ كما أن صاحب خواطر الشَّهواتِ والمعاصي كلَّما مرَّت به فرغب عنها إلى ضدِّها؛ ازداد محبَّةً لضدِّها ورغبةً فيه وطلبًا له وحرصًا عليه؛ فما ابتلى الله سبحانه عبدَهُ المؤمنَ بمحبة الشهوات والمعاصي وميلِ نفسِه إليها؛ إلا ليَسُوقَه بها إلى محبَّهِ ما هو أفضلُ منها وخيرٌ له وأنفعُ وأدومُ، وليُجاهِدَ نفسَه على تركها له سبحانه، فتُورِثُه تلك المجاهدةُ الوصولَ إلى المحبوب الأعلى؛ فكلما نازعتْه نفسُه إلى تلك الشهوات واشتدَّت إرادتُه لها وشوقُه إليها؛ صَرَفَ ذلك الشوقَ والإرادة والمحبة إلى النوع العالي الدائم، فكان طلبُه له أشدَّ،
(١) انظر تفسير ابن كثير (٧/ ٣٢٦٣) والدر المنثور (١٣/ ٥٣٨).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie