Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

[bermacam-macam; dan pengganti yang paling agung ialah: keakraban dengan Allah, kecintaan kepada-Nya, ketenteraman hati bersama-Nya, kekuatannya, semangatnya, kegembiraannya, dan kerelaannya terhadap Rabb-nya Tabaraka wa Ta‘ala.
• Orang paling bodoh adalah orang yang tersesat di penghujung perjalanannya padahal ia hampir memasuki rumah.
• Akal yang diberi taufik memandang bahwa apa yang dibawa Rasul ﷺ adalah kebenaran yang sejalan dengan akal dan hikmah, sedangkan akal yang diselimuti penelantaran melihat pertentangan antara akal dan wahyu serta antara hikmah dan syariat.
• Sarana terdekat menuju Allah ialah berpegang teguh pada Sunnah dan menetap bersamanya—lahir maupun batin—, senantiasa merasa butuh kepada Allah, dan mengikhlaskan wajah-Nya semata dalam ucapan dan perbuatan. Tidak seorang pun sampai kepada Allah kecuali melalui tiga hal ini, dan tidak seorang pun terputus dari-Nya kecuali karena terputus darinya atau dari salah satunya.
• Pondasi yang menjadi dasar kebahagiaan seorang hamba ada tiga, dan masing-masing memiliki lawan; barang siapa kehilangan suatu pondasi, ia pasti memperoleh lawannya: tauhid—lawan-nya syirik; Sunnah—lawan-nya bid’ah; ketaatan—lawan-nya maksiat. Ketiga pondasi ini mempunyai satu lawan bersama, yaitu: kosongnya hati dari rasa harap kepada Allah dan apa yang ada di sisi-Nya serta dari rasa takut kepada-Nya dan apa yang ada di sisi-Nya.

Kaidah agung:
Allah Ta‘ala berfirman: “Dan demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat, agar jelas pula jalan orang-orang yang berdosa.” (Al-An‘ām: 55)
Dan Dia berfirman: “Dan barang siapa menentang Rasul setelah jelas petunjuk baginya, lalu mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, Kami biarkan ia leluasa menempuh jalan yang ia pilih…” (An-Nisā’: 115)
Allah Ta‘ala telah menjelaskan dalam Kitab-Nya jalan orang-orang beriman secara terperinci dan jalan orang-orang berdosa.]

أنواعٌ مختلفة، وأجلُّ ما يعوّضُ به: الأنسُ بالله، ومحبته، وطمأنينةُ القلب به، وقوَّتُه، ونشاطُه، وفرحُه، ورضاهُ عن ربِّه تعالى. • أغبى الناس مَن ضَلَّ في آخر سفره وقد قاربَ المنزلَ. • العقولُ المؤيَّدةُ بالتوفيق تَرى أنَّ ما جاء به الرسولُ ﷺ هو الحقُّ الموافقُ للعقل والحكمة، والعقولُ المضروبة بالخِذْلانِ ترى المعارضة بين العقل والنقل وبين الحكمة والشرع. • أقربُ الوسائل إلى الله ملازمةُ السُّنَّة والوقوفُ معها في الظاهر والباطن، ودوامُ الافتقار إلى الله، وإرادةُ وجهه وحده بالأقوال والأفعال. وما وصلَ أحدٌ إلى الله إلَّا من هذه الثلاثة، وما انقطع عنه أحدٌ إلّا بانقطاعه عنها أو عن أحدها. • الأصولُ التي انبنَى عليها سعادةُ العبد ثلاثةٌ، ولكل واحد منها ضدٌّ؛ فمن فقدَ ذلك الأصلَ حصلَ على ضدِّه: التوحيدُ وضدُّه الشركُ، والسنة وضدُّها البدعة، والطاعة وضدُّها المعصيةُ. ولهذه الثلاثة ضدٌّ واحدٌ، وهو: خُلوُّ القلب من الرغبة في الله وفيما عنده ومن الرهبة منه وممَّا عنده. قاعدة جليلة قال الله تعالى: ﴿وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ (٥٥)﴾ [الأنعام: ٥٥]. وقال: ﴿وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى﴾ الآية [النساء: ١١٥]. والله تعالى قد بيَّن في كتابه سبيلَ المؤمنين مفصلةً وسبيلَ المجرمين

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie