Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

Oleh karena itu, manusia yang paling sempurna kehidupannya adalah mereka yang paling sempurna menjawab seruan Rasul; sebab segala yang beliau serukan pasti mengandung kehidupan. Siapa yang kehilangan sebagian darinya, kehilangan pula sebagian kehidupan; dan ia memperoleh kehidupan sebanding dengan kadar ia menanggapi seruan Rasul.

Mujahid berkata tentang firman-Nya: “لِمَا يُحْيِيكُمْ” — maksudnya kebenaran.

Qatadah berkata: yang dimaksud adalah Al-Qur’an ini; di dalamnya terdapat kehidupan, keselamatan, dan penjagaan di dunia dan di akhirat.

As-Suddi berkata: yang dimaksud adalah Islam; dengannyalah Allah menghidupkan mereka setelah kematian mereka dalam kekufuran.

Ibn Ishaq dan ‘Urwah bin az-Zubair — dan lafaznya milik ‘Urwah — berkata: “لِمَا يُحْيِيكُمْ” ialah peperangan yang dengannya Allah memuliakan kalian setelah kehinaan, menguatkan kalian setelah kelemahan, dan menghalangi musuh kalian setelah mereka menundukkan kalian.

Semua pernyataan ini pada hakikatnya menunjuk kepada satu realitas, yaitu menunaikan apa yang dibawa Rasul secara lahir dan batin.

Al-Wahidi (1) berkata: Mayoritas ulama berpendapat bahwa makna firman-Nya “لِمَا يُحْيِيكُمْ” adalah jihad; inilah pendapat Ibn Ishaq dan pilihan kebanyakan ahli tafsir.

Al-Farrāʾ (2) berkata: maksudnya, “Apabila Dia memanggil kalian untuk menghidupkan urusan kalian dengan berjihad melawan musuh kalian.” Urusan mereka hanya akan kuat lewat perang dan jihad; jika mereka meninggalkan jihad, urusan mereka melemah dan musuh pun berani terhadap mereka.

(1) Pendapat-pendapat sebelumnya disebutkan oleh al-Wahidi dalam “Al-Wasith” (2/452). (2) Dalam “Ma‘ani al-Qur’an” (1/407).
ولهذا كان أكملُ الناسِ حياةً أكملَهم استجابةً لدعوة الرسول؛ فإنَّ كلَّ ما دعا إليه ففيه الحياةُ، فمن فاتَه جزءٌ منه فاتَه جزءٌ من الحياة، وفيه من الحياة بحسبِ ما استجابَ للرسول. قال مجاهدٌ: ﴿لِمَا يُحْيِيكُمْ﴾ يعني: للحقِّ. وقال قتادةُ: هو هذا القرآنُ، فيه الحياةُ والنجاةُ والعصمةُ في الدُّنيا والآخرة. وقال السُّدِّيُّ: هو الإسلامُ؛ أحياهُم به بعد موتهم بالكفر. وقال ابنُ إسحاق وعُروةُ بن الزبير -واللفظ لهُ-: ﴿لِمَا يُحْيِيكُمْ﴾؛ يعني: للحرب التي أعزَّكُمُ الله بها بعدَ الذُّلِّ، وقَوَّاكم بعد الضَّعْفِ، ومنعكم بها من عدُوِّكم بعد القهر منهم لكم. وهذه كلُّها عباراتٌ عن حقيقةٍ واحدة، وهي القيام بما جاء به الرسولُ ظاهرًا وباطنًا. قال الواحديُّ (١): والأكثرون على أنَّ معنى قوله: ﴿لِمَا يُحْيِيكُمْ﴾: هو الجهادُ، وهو قولُ ابن إسحاق واختيارُ أكثرِ أهل المعاني. قال الفرَّاءُ (٢): إذا دَعاكُم إلى إحياءِ أمركم بجهادِ عدوِّكُم. يريد أن أمرهم إنما يَقوَى بالحرب والجهاد؛ فلو تركوا الجهادَ ضعُف أمرُهم، واجترأ عليهم عدوُّهم.
(١) الأقوال السابقة ذكرها الواحدي في "الوسيط" (٢/ ٤٥٢). (٢) في "معاني القرآن" (١/ ٤٠٧).

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie