[merendahkan dan meninggikan, melihat dari atas tujuh lapis langit dan mendengar, mengetahui yang tersembunyi maupun yang nyata; Mahamelakukan apa yang Dia kehendaki, tersifati dengan segala kesempurnaan, tersucikan dari setiap cela. Tak satu zarrah pun—atau sesuatu yang lebih besar daripadanya—bergerak kecuali dengan izin-Nya; tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan dalam pengetahuan-Nya; dan tidak seorang pun dapat memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya; para hamba, selain Dia, tidak memiliki pelindung ataupun pemberi syafaat.
Fasal
Setelah Rasul ﷺ membaiat penduduk Aqabah, beliau memerintahkan para sahabatnya berhijrah ke Madinah. Quraisy pun menyadari bahwa para pengikut beliau telah bertambah banyak dan akan melindungi beliau, sehingga mereka memutar otak mencari berbagai tipu daya: sebagian berpendapat memenjarakannya, sebagian lain mengusirnya, hingga akhirnya mereka bulat bersepakat untuk membunuhnya.
Malaikat utusan dari langit datang membawa kabar dan memerintahkan beliau agar meninggalkan tempat tidurnya; maka ʿAlī bermalam di tempat beliau, sedangkan Abū Bakr ash-Shiddīq bangkit menemani perjalanan.
Tatkala keduanya meninggalkan rumah-rumah Mekah, kewaspadaan Abū Bakr makin memuncak: kadang ia teringat para pengintai dan berjalan di depan beliau, lalu teringat para pengejar dan berpindah ke belakang, kadang di sebelah kanan, kadang di sebelah kiri, hingga mereka berdua tiba di gua.
Abū Bakr masuk lebih dahulu ke dalamnya agar menjadi pelindung bagi beliau bila ada sesuatu yang membahayakan. Allah menumbuhkan sebatang pohon yang sebelumnya tidak ada; pohon itu menaungi sang Nabi dan menyesatkan para pencari. Seekor laba-laba datang, berhenti di mulut gua, dan menenun jaringnya sebagai tirai, sehingga celah-celahnya tertutup rapat dan para pelacak kehilangan jejak, dan Allah mengutus dua ekor merpati]