mata batin, sehingga jalan yang benar pun menjadi samar.
• Mahasuci Allah! Surga telah berhias menanti para pelamar, maka mereka bersungguh-sungguh menyiapkan maharnya; Rabb Yang Mahaperkasa telah memperkenalkan Diri-Nya kepada para pecinta melalui nama-nama dan sifat-Nya, maka mereka pun bekerja demi pertemuan itu, sedangkan engkau justru sibuk dengan bangkai.
• Celakalah orang yang hatinya diserahkan kepada selain-Mu, sementara kepada-Mu ia hanya menggerakkan lidah dengan kasih yang palsu. (1)
• Makrifat adalah hamparan yang hanya diinjak oleh orang-orang yang didekatkan, dan mahabbah adalah tembang yang hanya memukau para pecinta yang tergila-gila.
• Cinta itu laksana telaga di padang pasir yang tidak dilalui jalan; karena itulah sedikit sekali yang datang meneguknya.
• Sang pecinta lari menuju kesunyian, berdua dengan Yang Dicintai dan berlezat-lezat dengan zikir kepada-Nya, sebagaimana ikan kembali ke air dan bayi kembali ke ibunya.
• Aku keluar di antara rumah-rumah agar dapat membisikkan tentang-Mu ke dalam hati—sendiri, tanpa saksi. (2)
• Sang ahli ibadah tak punya tempat beristirahat kecuali di bawah pohon Ṭûbâ, dan sang pecinta takkan tenang kecuali pada Hari Mazid.
• Sibukkanlah dirimu dengan-Nya selama hidup; Dia akan mencukupimu setelah mati.
• Wahai yang menghamburkan modal usia untuk menentang Kekasihnya dan menjauh dari-Nya! Tiada musuh yang lebih berbahaya bagimu daripada dirimu sendiri.
• Takkan mampu musuh mencelakakan si jahil sebagaimana kerusakan yang ia timpakan kepada dirinya sendiri. (3)