Al-FawāʾidIbn al-Qayyim

mata batin, sehingga jalan yang benar pun menjadi samar.
• Mahasuci Allah! Surga telah berhias menanti para pelamar, maka mereka bersungguh-sungguh menyiapkan maharnya; Rabb Yang Mahaperkasa telah memperkenalkan Diri-Nya kepada para pecinta melalui nama-nama dan sifat-Nya, maka mereka pun bekerja demi pertemuan itu, sedangkan engkau justru sibuk dengan bangkai.
• Celakalah orang yang hatinya diserahkan kepada selain-Mu, sementara kepada-Mu ia hanya menggerakkan lidah dengan kasih yang palsu. (1)
• Makrifat adalah hamparan yang hanya diinjak oleh orang-orang yang didekatkan, dan mahabbah adalah tembang yang hanya memukau para pecinta yang tergila-gila.
• Cinta itu laksana telaga di padang pasir yang tidak dilalui jalan; karena itulah sedikit sekali yang datang meneguknya.
• Sang pecinta lari menuju kesunyian, berdua dengan Yang Dicintai dan berlezat-lezat dengan zikir kepada-Nya, sebagaimana ikan kembali ke air dan bayi kembali ke ibunya.
• Aku keluar di antara rumah-rumah agar dapat membisikkan tentang-Mu ke dalam hati—sendiri, tanpa saksi. (2)
• Sang ahli ibadah tak punya tempat beristirahat kecuali di bawah pohon Ṭûbâ, dan sang pecinta takkan tenang kecuali pada Hari Mazid.
• Sibukkanlah dirimu dengan-Nya selama hidup; Dia akan mencukupimu setelah mati.
• Wahai yang menghamburkan modal usia untuk menentang Kekasihnya dan menjauh dari-Nya! Tiada musuh yang lebih berbahaya bagimu daripada dirimu sendiri.
• Takkan mampu musuh mencelakakan si jahil sebagaimana kerusakan yang ia timpakan kepada dirinya sendiri. (3)

(1) Saya tidak menemukan bait tersebut dalam sumber-sumber yang ada pada saya. (2) Bait tersebut milik al-Majnun dalam Diwannya (hlm. 294). (3) Bait tersebut termasuk bait-bait karya Shalih bin Abd al-Quddus dalam kitab Thabaqat al-Syu‘ara’ (hlm. 90) dan al-‘Iqd al-Farid =
البصيرة، فخَفيتِ الجادَّةُ. • سبحان الله! تزيَّنَتِ الجنةُ للخُطَّاب فجَدُّوا في تحصيل المهر، وتعرَّف ربُّ العزة إلى المحبين بأسمائه وَصفاته فعَمِلُوا على اللِّقاء، وأنت مشغولٌ بالجِيَفِ. لا كان مَن لسواك منه قلبُهُ … ولك اللِّسانُ مع الودادِ الكاذبِ (١) • المعرفة بِساطٌ لا يَطأُ عليه إلا مقرَّبٌ، والمحبَّةُ نشيدٌ لا يطربُ عليه إلا مُحِبٌّ مُغْرَمٌ. • الحبُّ غديرٌ في صحراءَ، ليستْ عليه جادَّةٌ؛ فلهذا قلَّ وارِدُهُ. • المحبُّ يَهرُبُ إلى العزلة والخلوة بمحبوبه والأُنْسِ بذكره كهَرَبِ الحوتِ إلى الماء والطفلِ إلى أمِّهِ. وأخْرُجُ من بينِ البيوتِ لعلَّني … أحدِّثُ عنك القلبَ بالسِّرِّ خاليَا (٢) • ليس للعابد مستراحٌ إلا تحت شجرة طُوبى، ولا للمحبِّ قرارٌ إلَّا يومَ المزيد. • اشتغِلْ به في الحياة؛ يَكْفِك ما بعد الموت. • يا مُنْفقًا بضاعةَ العُمُرِ في مخالفة حبيبه والبعد منه! ليس في أعدائك أضرُّ عليك منك. ما يَبْلُغُ الأعداءُ منْ جاهلٍ … ما يَبْلُغُ الجاهلُ منْ نفسِهِ (٣)
(١) لم أجد البيت فيما بين يدي من المصادر. (٢) البيت للمجنون في ديوانه (ص ٢٩٤). (٣) البيت من أبيات لصالح بن عبد القدوس في طبقات الشعراء (ص ٩٠) والعقد الفريد =

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie