al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Demikian pula, siapa yang mengaku sebagai nabi, atau membenarkan orang yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ, maka ia kafir; karena ia telah mendustakan firman Allah Taʿâlâ: “tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.”

Dan siapa yang mengingkari keharaman zina, atau mengingkari keharaman sesuatu dari hal-hal haram yang jelas dan telah disepakati keharamannya—seperti daging babi dan khamar—atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, yang sama sekali tidak diperselisihkan kehalalannya, seperti hewan ternak yang disembelih secara sah, maka ia kafir.

Demikian pula, siapa yang mengingkari kewajiban salah satu dari lima ibadah yang disebutkan dalam sabda Nabi ﷺ: “Islam dibangun di atas lima: syahadat bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah yang mulia,” maka ia kafir.

Dan barang siapa memperolok agama, atau merendahkan al-Qur’an al-Karim, atau mengklaim bahwa al-Qur’an berkurang, atau menyembunyikan sebagian darinya, maka tidak ada khilaf tentang kekafirannya.

Syaikhul-Islâm Ibnu Taimiyyah rahimahullâh berkata: “Telah diketahui secara pasti dalam agama Islam dan disepakati seluruh kaum Muslimin bahwa siapa saja yang membolehkan mengikuti agama selain Islam atau mengikuti syariat selain syariat Muhammad ﷺ, maka ia kafir; kekafirannya sama dengan orang yang beriman kepada sebagian Kitab lalu kafir terhadap sebagian lainnya.”

Beliau juga berkata: “Barang siapa mengejek janji atau ancaman Allah, atau tidak mengkafirkan orang yang memeluk selain Islam—seperti Nasrani—atau ragu tentang kekafiran mereka, atau membenarkan mazhab mereka, maka ia kafir menurut ijmak.”

وكذلك من ادعى النبوة، أو صدَّق من يدعيها بعد النبي محمد ﷺ؛ فقد كفر؛ لأنه مكذب لقوله تعالى: ﴿وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ﴾ . ومن جحد تحريم الزنى، أو جحد تحريم شيء من المحرمات الظاهرة المجمع على تحريمها كلحم الخنزير والخمر، أو حرم شيئا مجمعا على حله؛ مما لا خلاف في حله؛ كالمذكاة من بهيمة الأنعام؛ فقد كفر. وكذلك من جحد وجوب عبادة من العبادات الخمس الواردة في قوله ﷺ: "بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمد رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج بيت الله الحرام". ومن استهزأ بالدين، أو امتهن القرآن الكريم، أو زعم أن القرآن نقص منه شيء، أو كتم منه شيء؛ فلا خلاف في كفره". قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "ومعلوم بالاضطرار من دين الإسلام وباتفاق جميع المسلمين أن من سوَّغ اتباع غير دين الإسلام أو اتباع غير شريعة محمد ﷺ فهو كافر، وهو ككفر من آمن ببعض الكتاب وكفر ببعض". وقال: "ومن سخر بوعد الله أو بوعيده، أو لم يكفر من دان بغير الإسلام كالنصارى، أو شك في كفرهم، أو صحح مذهبهم؛ كفر إجماعا".

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie