[3. Salat Magrib: Waktunya dimulai saat matahari terbenam; yaitu ketika bulatan matahari seluruhnya telah tenggelam sehingga tidak terlihat sama sekali, baik dari dataran rendah maupun dari puncak gunung. Terbenamnya matahari juga dapat dikenali dengan datangnya kegelapan malam dari arah timur, sebagaimana sabda Nabi: “Apabila malam telah datang dari sini dan siang telah berlalu dari sini, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” Setelah itu, waktu Magrib berlanjut sampai lenyapnya syafak merah. Syafak adalah cahaya putih yang disertai semburat merah; kemerahan itu kemudian hilang, menyisakan cahaya putih murni, lalu cahaya putih pun sirna. Hilangnya cahaya putih dijadikan petunjuk bahwa kemerahan telah lenyap.
Disunnahkan menyegerakan Salat Magrib di awal waktunya, berdasarkan riwayat at-Tirmizi (yang beliau sahihkan) dari Salamah, bahwa Nabi biasa melaksanakan Salat Magrib ketika matahari telah terbenam dan tersembunyi di balik ufuk. Ia berkata, “Itulah pendapat ahli ilmu dari kalangan sahabat maupun generasi setelah mereka.”
- Salat Isya: Waktunya dimulai setelah berakhirnya waktu Magrib, yakni ketika syafak merah telah lenyap, dan berlangsung sampai terbitnya fajar kedua. Waktu ini terbagi dua: waktu pilihan (ikhtiyar) yang berlangsung hingga sepertiga malam, dan waktu darurat (idtirar) dari sepertiga malam hingga terbit fajar kedua.]