al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[“Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan terpelihara, lalu mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka dengan delapan puluh cambukan.”

Makna ayat mulia ini adalah: siapa saja yang menuduh zina para wanita merdeka yang terjaga, suci, dan berakal, kemudian tidak menghadirkan empat saksi atas tuduhan mereka, maka deralah para penuduh itu delapan puluh kali cambukan. Tidak ada perbedaan apakah yang dituduh laki-laki atau perempuan; perempuan disebut secara khusus karena kasus yang melatarinya berkaitan dengan perempuan dan karena menista perempuan lebih keji dan lebih sering terjadi.

Penuduh layak menerima hukuman ini demi menjaga kehormatan kaum Muslimin dari noda, mengekang lisan-lisan agar tidak melontarkan kata-kata kotor yang menodai nama baik orang-orang tak bersalah, serta melindungi masyarakat Islam dari merebaknya perbuatan keji.

Adapun orang yang terjaga kehormatannya, yang apabila dicela mewajibkan penjatuhan had, ialah orang merdeka, Muslim, berakal, terjaga dari zina, dan telah mampu melakukan hubungan suami-istri.

Ibn Rusyd berkata, “Para ulama sepakat bahwa pada diri orang yang dicela harus terkumpul lima sifat: balig, merdeka, terjaga kehormatannya, Muslim, dan memiliki alat untuk berzina. Jika salah satu sifat ini tidak terpenuhi, had tidak wajib ditegakkan.”

Had penuduhan merupakan hak orang yang dicela; gugur dengan maafnya dan tidak ditegakkan kecuali atas permintaannya. Apabila orang yang dicela memaafkan sang penuduh, had gugur darinya, tetapi ia tetap dikenai hukuman disipliner yang dapat mencegahnya terus-menerus menebar penistaan terlarang yang diancam dengan laknat dan azab pedih.

Syekh al-Islām Ibn Taymiyah rahimahullah berkata, “Penuduh tidak dijatuhi had kecuali atas permintaan (korban), menurut kesepakatan para ulama.” Selesai.]

﴿وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً﴾ . ومعنى الآية الكريمة: أن الذين يقذفون بالزنى المحصنات الحرائر العفائف العاقلات، ثم لم يأت هؤلاء القذفة بأربعة شهداء على ما رموهن به؛ فاجلدوهم ثمانين جلدة، ولا فرق بين كون المقذوف ذكرًا أو أنثى، وإنما خص النساء بالذكر؛ لخصوص الواقعة، ولأن قذف النساء أشنع وأغلب وإنما استحق القاذف هذه العقوبة صيانة لأغراض المسلمين عن التدنيس، ولأجل كف الألسن عن هذه الألفاظ الذرة التي تلطخ أغراض الأبرياء، وصيانة للمجتمع الإسلامي عن شيوع الفاحشة فيه. والمحصن الذي يجب الحد بقذفه هو الحر المسلم العاقل العفيف الذي يجامع مثله. قال ابن رشد: "اتفقوا على أن من شروط المقذوف أن يجتمع فيه خمسة أوصاف: البلوغ، والحرية، والعفاف، والإسلام، وأن يكون معه آلة الزنى، فإن انخرم من هذه الأوصاف وصف؛ لم يجب الحد". وحد القذف حق للمقذوف؛ يسقط بعفوه، ولا يقام إلا بطلبه، فإذا عفا المقذوف عن القاذف؛ سقط الحد عنه، ولكنه يعزَّر بما يردعه عن التمادي في القذف المحرم المتوعَّد عليه باللعن والعذاب الأليم. قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "لا يحدُّ القاذف إلا بالطلب إجماعا" انتهى.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie