[Karena itu, salat menjadi wajib setelah waktunya masuk, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Dirikanlah salat ketika matahari tergelincir….” Para ulama telah sepakat bahwa secara umum keutamaan salat adalah dikerjakan di awal waktunya, berdasar ayat ini dan firman-Nya: “Berlomba-lombalah dalam kebaikan,” firman-Nya: “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu,” serta firman-Nya: “Orang-orang yang paling dahulu (dalam kebaikan)—merekalah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
Dalam dua kitab Ṣaḥīḥ disebutkan bahwa Nabi ditanya, “Amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Salat pada waktunya.” Allah Ta‘ala juga berfirman, “Peliharalah salat-salat itu,” dan termasuk memeliharanya adalah melaksanakannya di awal waktunya.
Salat fardu itu ada lima dalam sehari semalam; masing-masing memiliki waktu yang tepat yang Allah tetapkan, sesuai dengan kondisi para hamba, sehingga mereka dapat menunaikannya pada waktu-waktu tersebut tanpa terhalang oleh pekerjaan lain. Bahkan, salat menolong mereka dan menghapus dosa-dosa yang mereka lakukan. Nabi menyamakannya dengan sebuah sungai yang mengalir, tempat seseorang mandi lima kali sehari, sehingga tidak tersisa sedikit pun kotoran pada dirinya.]