al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Al-‘Allamah Ibnu al-Qayyim رحمه الله berkata, “Perempuan yang ditalak bain tidak berhak atas nafkah dan tempat tinggal, berdasarkan Sunnah Rasulullah ﷺ yang sahih—yang sejalan dengan Kitab Allah—sesuai dengan kaidah qiyâs dan merupakan mazhab para fuqaha hadis.” Selesai.

Kecuali apabila perempuan yang ditalak bain itu sedang hamil; maka ia berhak mendapatkan nafkah, karena firman Allah Ta‘ala: “Dan jika mereka sedang hamil, maka berilah nafkah kepada mereka sampai mereka melahirkan kandungannya,” dan firman-Nya: “Tempatkanlah mereka di mana kamu bertempat tinggal, menurut kemampuanmu,” serta sabda Nabi ﷺ kepada Fathimah binti Qais: “Engkau tidak berhak menerima nafkah kecuali bila engkau sedang hamil.” Sebab kandungan itu adalah anak lelaki yang menceraikannya; maka ia wajib menafkahinya, dan tidak mungkin melakukannya kecuali dengan menafkahi ibunya.

Al-Muwaffaq dan ulama lainnya berkata, “Masalah ini telah menjadi ijma‘ para ulama, namun mereka berbeda pendapat apakah nafkah itu diperuntukkan bagi janin atau bagi ibunya karena adanya janin.”

Dari dua pendapat ini bercabang banyak hukum lain yang dapat dirujuk dalam kitab-kitab fikih dan kaidah fikih.

Kewajiban nafkah istri gugur dari tanggungan suami karena beberapa sebab:

  1. Apabila istri dipenjara atau ditahan sehingga suami tidak dapat menikmati haknya; maka gugurlah nafkahnya, sebab nafkah diwajibkan sebagai timbal balik atas kesempatan memperoleh hubungan suami-istri.
  2. Apabila istri melakukan nusyuz terhadap suami; maka gugurlah nafkahnya, dan nusyuz adalah…]
قال العلامة ابن القيم ﵀: "المطلقة البائن لا نفقة لها ولا سكنى بسنة رسول الله ﷺ الصحيحة، بل الموافقة لكتاب الله، وهي مقتضى القياس، ومذهب فقهاء الحديث" انتهى. إلا أن تكون المطلقة البائن حاملاً؛ فلها النفقة؛ لق وله تعالى: ﴿وَإِنْ كُنَّ أُولاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ﴾ ، وقوله تعالى: ﴿أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ﴾ ، ولقوله ﷺ لفاطمة بنت قيس: "لا نفقة لك؛ إلا أن تكوني حاملاً"، ولأن الحمل ولد للمطلق، فلزمه الإنفاق عليه، ولا يمكنه ذلك إلا بالإنفاق على أمه. قال الموفق وغيره: "وهذا بإجماع أهل العلم، لكن اختلف العلماء هل النفقة للحمل أو للحامل من أجل الحمل". ويتفرع على القولين أحكام كثيرة موضعها كتب الفقه والقواعد الفقهية. وتسقط نفقة الزوجة عن زوجها بأسباب متعددة: منها: إذا حبست عنه؛ سقطت نفقتها؛ لفوات تمكنه من الاستمتاع بها، والنفق إنما تجب في مقابل الاستمتاع. ومنها: إذا نشزت عنه؛ فإنها تسقط نفقتها، والنشوز هو:

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie