al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Pertama: firman Allah Taʿālā, “Dan kerabat-kerabat rahim itu sebagian mereka lebih berhak terhadap sebagian yang lain dalam Kitab Allah,” yakni: sebagian mereka lebih berhak atas warisan sebagian yang lain menurut ketetapan Allah Taʿālā.

Kedua: keumuman firman Allah Taʿālā, “Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tua dan kerabat dekat.” Lafaz “laki-laki”, “perempuan”, dan “kerabat dekat” mencakup pula kerabat rahim; siapa yang mengklaim adanya pengecualian, maka ia wajib mendatangkan dalil.

Ketiga: sabda Rasulullah ﷺ, “Paman dari pihak ibu mewarisi orang yang tidak memiliki ahli waris,” diriwayatkan oleh Aḥmad, Abū Dāwūd, Ibnu Mājah, dan at-Tirmiżī; ia berkata, “Hadisnya hasan.”

Petunjuk dalilnya adalah bahwa beliau menjadikan paman ibu sebagai ahli waris ketika tidak ada pewaris pemilik bagian tertentu maupun ahli waris residu, sedangkan ia termasuk kerabat rahim; maka kerabat rahim lainnya disamakan dengannya.

Inilah sebagian dalil bagi mereka yang berpendapat bahwa kerabat rahim mewarisi, pendapat yang diriwayatkan dari sejumlah sahabat, di antaranya ʿUmar dan ʿAlī r.a.; ia juga merupakan mazhab Ḥanābilah dan Ḥanafiyyah, serta pendapat kedua dalam mazhab Syāfiʿiyyah apabila tidak menunggu Baitul Māl.

Para ulama yang berpendapat tentang pewarisan kerabat rahim berbeda pendapat mengenai cara pembagiannya; yang paling masyhur ada dua:

Pendapat pertama: mereka mewarisi dengan metode at-tanzīl, yaitu setiap orang di antara mereka ditempatkan pada kedudukan]

أولاً: قوله تعالى: ﴿وَأُولُوا الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّه﴾ ؛ أي: بعضهم أحق بميراث البعض الآخر في حكم الله تعالى. ثانيا: عموم قوله تعالى: ﴿لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ﴾ ؛ فلفظ الرجال والنساء والأقربين يشمل ذوي الأرحام، ومن أدعى التخصيص؛ فعليه الدليل. ثالثا: قول الرسول ﷺ: "الخال وارث من لا له"، رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه والترمذي، وقال: "حديث حسن". ووجه الدلالة منه أنه جعل الخال وارثا عند عدم الوارث بالفرض أو التعصيب، وهو من ذوي الأرحام، فيلحق به غيره منهم. هذه بعض أدلة من يرى توريث ذوي الأرحام، وهو مروي عن جماعة من الصحابة، منهم عمر وعلي ﵄، وهو مذهب الحنابلة والحنفية والوجه الثاني في مذهب الشافعية إذا لم ينتظر بيت المال. وقد اختلف القائلون بتوريث ذوي الأرحام في كيفية توريثهم على أقوال، أشهرها قولان: القول الأول: أنهم يرثون بالتنزيل؛ بأن ينزل كل واحد منهم منزلة

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie