al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[, dari asal masalahnya satu dikali enam menjadi enam; sisanya, lima dikali enam menjadi tiga puluh, kakek memperoleh sepuluh melalui muqāsamah, tersisa dua puluh. Kepada saudari kandung sebagai setengah harta diberikan delapan belas, sehingga masih tersisa dua bagi saudara dan saudari seayah. Jumlah kepala mereka adalah tiga, tidak dapat terbagi dan saling prima; maka jumlah kepala itu dikalikan dengan tiga puluh enam hingga menjadi seratus delapan. Bagian ibu: enam dikali tiga menjadi delapan belas; bagian kakek: sepuluh dikali tiga menjadi tiga puluh; bagian saudari kandung: delapan belas dikali tiga menjadi lima puluh empat; sedangkan bagian untuk saudara–saudari seayah—dua—dikalikan tiga menjadi enam, empat untuk saudara dan dua untuk saudari. Setelah diteliti, ternyata antara seluruh bagian dan angka tashhīh terdapat kesesuaian dengan setengahnya; maka masalah dikembalikan kepada setengahnya, yaitu lima puluh empat. Bagian saudari kandung menjadi setengahnya, dua puluh tujuh; bagian kakek lima belas; bagian saudara seayah dua; dan bagian saudari seayah satu.

Susunan pembagiannya:
6/6 26/3 108 54
Ibu 1 6 18 9
Kakek 10 30 15
Saudari kandung 5 18 54 27
Saudara seayah 4 2
Saudari seayah 2 1

  1. Tis‘īniyyah Zaid: ahli warisnya adalah ibu, kakek, saudari kandung, dua saudara, dan saudari seayah. Ia dinamakan demikian karena berkaitan dengan angka sembilan puluh—karena tashhīhnya berasal darinya. Penjelasan keshahihannya dari sembilan puluh adalah bahwa yang lebih menguntungkan bagi kakek di sini adalah sepertiga sisa setelah seperenam ibu; maka asal masalahnya menjadi delapan belas apabila sepertiga sisa itu diperhitungkan bersama dengan]
من أصلها واحد في ستة بستة، والباقي خمسة في ستة بثلاثين، للجد منها بالمقاسمة عشرة، يبقى عشرون للشقيقة نصف المال ثمانية عشر، يبقى اثنان على الأخ والأخت لأب، ورؤوسهم ثلاثة لاتنقسم وتباين، فنضرب ثلاثة في ستة وثلاثين؛ تبلغ مئة وثمانية: للأم ستة في ثلاثة بثمانية عشر، وللجد عشرة في ثلاثة بثلاثين، وللشقيقة ثمانية عشر في ثلاثة بأربعة وخمسين، وللأخ والأخت لأب اثنان في بستة، للأخ أربعة وللأخت اثنان. ثم ننظر فنجد بين الأنصباء ومصح المسألة توافقا بالنصف، فترجع المسألة إلى نصفها أربعة وخمسين، ويرجع نصيب الشقيقة إلى نصفه سبعة وعشرين، ويرجع نصيب الجد إلى نصفه خمسة عشر، ونصيب الأخ لأب إلى نصفه اثنين، ونصيب لأب إلى نصفه واحد. وهذه صورتها: ٦/٦ ٢٦/٣ ١٠٨ ٥٤ أم ١ ٦ ١٨ ٩ جد ١٠ ٣٠ ١٥ أخت شقيقة ٥ ١٨ ٥٤ ٢٧ ٦ اخ الاب ٤ ٢ ٣ أخت الاب ٢ ١ ١٠٨ ٤ تسعينية زيد: وهي أم وجد وشقيقة وأخوان وأخت لأب، سميت بذلك نسبة إلى التسعين؛ لصحتها منها، ووجه صحتها من تسعين أن الأحظ للجد هنا ثلث الباقي بعد سدس الأم، فيكون أصلها من ثمانية عشر إن اعتبر ثلث الباقي مع

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie