[…ada kakek bersama kami.
Kapan penghitungan ulang dilakukan?
Penghitungan ulang hanya dilaksanakan apabila jumlah saudara kandung kurang dari dua kali jumlah kakek, dan setelah bagian fardh dibagikan masih tersisa lebih dari seperempat harta. Apabila saudara kandung berjumlah dua kali kakek atau lebih, penghitungan ulang tidak diperlukan.
Gambaran penghitungan ulang:
Kasus penghitungan ulang berjumlah enam puluh delapan bentuk. Pembatasan pada angka ini disebabkan karena, dalam setiap kasus, saudara kandung harus kurang dari dua kali jumlah kakek; sedangkan kemungkinan “kurang dari dua kali” itu hanya terdapat pada lima bentuk, yakni:
- kakek dan seorang saudari kandung,
- kakek dan dua saudari kandung,
- kakek dan tiga saudari kandung,
- kakek dan seorang saudara kandung,
- kakek, seorang saudara kandung dan seorang saudari kandung.
Pada masing-masing dari lima bentuk di atas, turut hadir anak-anak seayah sebanyak yang melengkapi kelipatan dua tersebut atau kurang darinya.
Bersama seorang saudari kandung, terdapat lima kemungkinan:
a) saudari kandung + satu saudari seayah,
b) saudari kandung + dua saudari seayah,
c) saudari kandung + tiga saudari seayah,
d) saudari kandung + satu saudara seayah,
e) saudari kandung + satu saudara seayah + satu saudari seayah.
Bersama dua saudari kandung, terdapat tiga kemungkinan:
a) dua saudari kandung + satu saudari seayah,
b) dua saudari kandung + dua saudari seayah,
c) dua saudari kandung + satu saudara seayah.
Bersama seorang saudara kandung, terdapat tiga kemungkinan:
a) saudara kandung + satu saudari seayah,
b) saudara kandung + dua saudari seayah,
c) saudara kandung + satu saudara seayah.
Adapun bersama tiga saudari kandung hanya ada satu kemungkinan, yaitu: tiga saudari kandung + satu saudari seayah.]