al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

—kecuali apabila sang pemilik sengaja melepaskannya di dekat tempat yang biasa dirusaknya.
Imam al-Baghawî rahimahullah berkata, “Para ulama berpendapat: kerusakan yang ditimbulkan oleh ternak yang dilepas pada siang hari atas harta orang lain tidak menimbulkan kewajiban ganti rugi bagi pemiliknya, sedangkan kerusakan yang terjadi pada malam hari wajib diganti oleh pemiliknya. Sebab, menurut kebiasaan (‘urf), pemilik kebun dan ladang menjaganya di siang hari, sementara pemilik ternak menjaganya di malam hari. Barang siapa menyelisihi kebiasaan ini berarti keluar dari ‘urf. Hukum ini berlaku kalau pemilik hewan tidak bersama hewannya; jika ia berada bersamanya, maka ia menanggung kerusakan yang ditimbulkannya.” Selesai.
Allah juga menuturkan kisah Dawud dan Sulaiman serta keputusan keduanya dalam masalah ini. Dia berfirman, “Dan (ingatlah) Dawud dan Sulaiman ketika keduanya mengadili perkara ladang, tatkala kambing-kambing kaum itu masuk ke dalamnya pada malam hari; dan Kami menjadi saksi atas putusan mereka. Lalu Kami membuat Sulaiman memahami (perkara itu), dan kepada masing-masing Kami berikan hukum dan ilmu.” (QS. al-Anbiyâ’: 78-79).
Syaikhul-Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Teks al-Qur’an menegaskan pujian kepada Sulaiman karena pemahamannya tentang kewajiban ganti rugi yang setara. ‘An-nafsy’ ialah kambing yang merumput pada malam hari, dan peristiwa itu terjadi di sebuah kebun anggur. Dawud memutuskan agar kerusakan diganti dengan nilai yang semisal; beliau menaksir harga kambing dan mendapatkannya setara dengan nilai kerusakan, lalu menyerahkannya kepada pemilik ladang. Adapun Sulaiman, beliau mewajibkan ganti rugi atas pemilik kambing dengan cara memulihkan kebun hingga kembali seperti semula. Beliau pun tidak menyia-nyiakan hasil kebun sejak kerusakan hingga pulih; kambing-kambing itu diberikan kepada pemilik kebun agar mereka mengambil manfaat dari pertumbuhannya sebesar pertumbuhan kebun, sehingga mereka memperoleh dari pertumbuhan kambing setara dengan pertumbuhan ladang yang hilang. Dengan demikian, beliau memperhitungkan kedua bentuk ganti rugi tersebut.

بالنهار؛ إلا إن أرسلها صاحبها بقرب ما تتلفه عادة. قال الإمام البغوي ﵀: "ذهب أهل العلم إلى أن ما أفسدت الماشية المرسلة بالنهار من مال الغير؛ فلا ضمان على ربها، وما أفسدته بالليل؛ ضمنه مالكها؛ لأن في العرف أن أصحاب الحوائط والبساتين يحفظونها بالنهار، وأصحاب المواشي يحفظونها بالليل، فمن خالف هذه العادة؛ كان خارجا عن العرف، هذا إذا لم يكن مالك الدابة معها، فإن كان معها؛ فعليه ضمان ما أفسدته" انتهى. وقد ذكر الله قصة داود وسليمان وحكمهما في ذلك، فقال سبحانه: ﴿وَدَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلّاً آتَيْنَا حُكْماً وَعِلْما﴾ . قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "صح بنص القرآن الثناء على سليمان بتفهيم الضمان بالمثل؛ فإن النفش رعي الغنم ليلاً، وكان ببستان عنب، فحكم داود بقيمة المتلف، فاتبر الغنم، فوجدها بقدر القيمة، فدفعها إلى أصحاب الحرث، وقضى سليمان بالضمان على أصحاب الغنم، وأن يضمنوا ذلك بالمثل؛ بأن يعمروا البستان حتى يعود كما كان، ولم يضيع عليهم مغلَّه من حين الإتلاف إلى حين العَود، بل أعطى أصحاب البستان ماشية أولئك؛ ليأخذوا من نمائها بقدر نماء البستان، فيستوفوا من نماء غنمه نظير ما فاتهم من نماء حرثهم، واعتبر الضمانين

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie