[al-Fātiḥah pada setiap rakaat salat kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, karena ia memuat rahasia-rahasia yang agung. Di antaranya terdapat doa besar ini: agar Allah memberi taufik kepada kita untuk menempuh jalan para pemilik ilmu yang bermanfaat dan amal saleh—itulah keselamatan di dunia dan akhirat—serta menjauhkan kita dari jalan orang-orang yang binasa, yaitu mereka yang lalai menunaikan amal saleh atau ilmu yang bermanfaat.
Ketahuilah pula, wahai pembaca yang mulia, bahwa ilmu yang bermanfaat hanya diambil dari al-Qur’an dan Sunnah dengan memahami serta mentadabburinya, didukung oleh para pengajar yang tulus, kitab-kitab tafsir, syarah hadis, buku-buku fikih, serta kitab-kitab nahwu dan bahasa Arab—bahasa yang digunakan al-Qur’an—karena buku-buku itu merupakan sarana memahami al-Qur’an dan Sunnah.
Karena itu, wahai saudaraku Muslim, agar amalmu sah engkau wajib mempelajari perkara-perkara yang menegakkan agamamu—salat, puasa, haji—mempelajari hukum zakat hartamu, serta mempelajari hukum-hukum muamalah yang engkau perlukan, agar engkau mengambil darinya apa yang Allah halalkan bagimu dan menjauhi apa yang Allah haramkan, sehingga penghasilanmu halal, makananmu halal, dan doamu dikabulkan. Semua itu sangat engkau butuhkan, dan ia mudah—dengan izin Allah—selama tekadmu teguh dan niatmu lurus.
Maka bersungguh-sungguhlah membaca buku-buku yang bermanfaat, berhubunganlah dengan para ulama untuk menanyakan hal-hal yang masih samar bagimu dan menerima hukum-hukum agamamu dari mereka, serta perhatikan kehadiran pada seminar dan ceramah keagamaan]