al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[merupakan sejenis akad jual beli, sehingga berlaku hukum jual beli; karenanya, tidak seorang pun dari kedua belah pihak berhak membatalkannya kecuali dengan kerelaan pihak lainnya, kecuali apabila muncul cacat yang tidak diketahui penyewa pada saat akad; maka penyewa berhak membatalkannya.

Pemilik wajib menyerahkan barang sewaan kepada penyewa dan memungkinkannya untuk memanfaatkannya. Apabila ia menyewakan sesuatu lalu menghalangi penyewa memanfaatkannya sepanjang atau sebagian masa sewa, maka ia tidak berhak menuntut sewa, atau tidak berhak penuh, karena ia belum menyerahkan apa yang menjadi objek akad; ia tidak berhak apa-apa. Namun apabila ia telah memampukan penyewa untuk memanfaatkannya, lalu penyewa meninggalkannya sepanjang atau sebagian masa sewa, maka penyewa tetap wajib membayar seluruh upah, karena akad sewa bersifat mengikat; konsekuensinya, upah menjadi milik pemilik dan manfaat menjadi milik penyewa.

Akad sewa-menyewa batal karena beberapa hal:

  1. Hilang atau rusaknya objek sewaan, seperti menyewakan hewan tunggangan lalu mati, menyewa rumah lalu roboh, atau menyewa tanah pertanian lalu aliran airnya terputus.
  2. Hilangnya tujuan yang menjadi sebab akad, seperti menyewa dokter untuk mengobatinya lalu ia sembuh, karena mustahil lagi mengambil manfaat yang diakadkan.

Seseorang yang disewa untuk melakukan suatu pekerjaan lalu ia sakit, wajib mengupah dari hartanya orang lain yang menggantikannya dalam pekerjaan itu, kecuali apabila disyaratkan bahwa ia sendiri yang harus melakukannya; sebab tujuan mungkin tidak tercapai dengan orang lain. Dalam keadaan demikian penyewa tidak wajib menerima hasil kerja orang lain; ia diberi pilihan antara bersabar menunggu sampai pekerja sembuh atau membatalkan akad karena haknya tidak dapat terpenuhi.

Pekerja upahan terbagi menjadi dua: khusus dan umum. Pekerja khusus adalah orang yang …]

نوع من البيع، فأعطيت حكمه، فليس لأحد الطرفين فسخها إلا برضى الآخر؛ إلا إذا ظهر عيب لم يعلم به المستأجر حال العقد؛ فله الفسخ. ويلزم المؤجٍّر أن يسلم العين المؤجرة للمستأجر، ويمكَّنه من الانتفاع بها، فإن أجَّره شيئا ومنعه من الانتفاع به كل المدة أو بعضها؛ فلا شيء له من الأجرة، أو لا يستحقها كاملة؛ لأنه لم يسلم له ما تناوله عقد الإجارة، لم يستحق شيئا، وإذا مكن المستأجر من الانتفاع، لكنه تركه كل المدة أو بعضها؛ فعليه جميع الأجرة؛ لأن الإجارة عقد لازم، فيترتب مقتضاها، وهو ملك المؤجر الأجر وملك المستأجر المنافع. وينفسخ عقد الإجارة بأمور: أولاً: إذا تلفت العين المؤجرة: كما لو أجره دوابه فماتت، أو استأجر دارًا فانهدمت، أو أكترى أرضا لزرع فانقطع ماؤها. ثانيا: وتنفسخ الإجارة أيضا بزوال الغرض الذي عقدت من أجله؛ كما لو استأجر طبيبا ليداويه فبرئ؛ لتعذر استيفاء المعقود عليه. ومن استؤجر لعمل شيء فمرض؛ أقيم مقامه من ماله من يعمله نيابة عنه؛ إلا إذا اشترط مباشرته العمل بنفسه؛ لأن المقصود قد لا يحصل بعلم غيره؛ فلا يلزم حينئذ المستأجر قبول عمل غيره، لكن بخير حينئذ المستأجر بين الصبر والانتظار حتى يبرأ الأجبر وبين الفسخ لتعذر وصوله إلى حقه. والأجير على قسمين: خاص ومشترك، فالأجير الخاص هو: من

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie