al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[karena amalan-amalan tersebut merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah, sedangkan mengambil upah atasnya mengeluarkannya dari tujuan itu. Akan tetapi, diperbolehkan mengambil gaji dari Baitul Mâl untuk pekerjaan yang manfaatnya meluas, seperti pelaksanaan haji, adzan, imamah, pengajaran Al-Qur’an, fiqh, peradilan, dan pemberian fatwa; sebab hal ini bukanlah akad pertukaran, melainkan bantuan untuk ketaatan, sehingga tidak mengeluarkannya dari status sebagai ibadah dan tidak merusak keikhlasan.

Syekh al-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Para fuqaha sepakat membedakan antara menyewa (membayar upah) atas ibadah dan memberi rizki kepada pelakunya; maka rizki bagi para prajurit, hakim, muadzin, dan imam dibolehkan tanpa khilaf, sedangkan akad sewa tidak dibolehkan menurut kebanyakan mereka.”

Beliau juga berkata, “Apa yang diambil dari Baitul Mâl bukanlah kompensasi atau upah, tetapi rizki untuk membantu ketaatan. Barang siapa bekerja karena Allah akan mendapat pahala, dan apa yang ia terima hanyalah rizki yang membantunya untuk taat.”

Kewajiban masing-masing pihak, pemilik dan penyewa:

Pemilik wajib menyediakan segala sesuatu yang memungkinkan penyewa memanfaatkan barang sewaan; seperti memperbaiki mobil sewaan dan menyiapkannya agar dapat mengangkut muatan dan berjalan, memperbaiki rumah sewaan, membetulkan kerusakan bangunannya, serta menyiapkan fasilitasnya supaya dapat dimanfaatkan.

Adapun penyewa, ketika masa sewanya berakhir, wajib menyingkirkan segala sesuatu yang timbul karena perbuatannya.

Akad sewa-menyewa bersifat mengikat bagi kedua belah pihak—pemilik maupun penyewa—karena ia…]

لأن هذه الأعمال يتقرب بها إلى الله، وأخذ الأجرة عليها يخرجها عن ذلك ويجوز أخذ رزق من بيت المال على الأعمال التي يتعدى نفعها؛ كالحج والأذان والإمامة وتعليم القرآن والفقه والقضاء والفتيا؛ لأن ذلك ليس معاوضة، وإنما هو إعانة الطاعة، ولا يخرجه ذلك عن كونه قربة، ولا يخل بالإخلاص. قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "والفقهاء متفقون على الفرق بين الاستئجار على القرب وربين رزق أهلها؛ فرزق المقاتلة والقضاة والمؤذنين والأئمة جائز بلا نزاع، وأما الاستئجار؛ فلا يجوز عند أكثرهم". وقال أيضا: "وما يؤخذ من بيت المال؛ فليس عوضا وأجرة، بل رزقا للإعانة على الطاعة، فمن عمل منهم لله؛ أثيب، وما يأخذه رزق للإعانة على الطاعة". ما يلزم كلاً من المؤجر والمستأجر: فيلزم المؤجر بذل كل ما يتمكن به المستأجر من الانتفاع بالمؤجَّر؛ كإصلاح السيارة المؤجرة وتهيئتها للحمل والسير، وعمارة الدار المؤجرة وإصلاح ما فسد من عمارتها وتهيئة مرافقها للانتفاع. وعلى المستأجر عندما ينتهي أن يزيل ما حصل بفعله. والإجارة عقد لازم من الطرفين أالمؤجر والمستأجر لأنها

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie