al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

• Ungkapan “yang jelas (ma‘lûmah)” mengecualikan manfaat yang tidak jelas; maka akad atas manfaat yang tidak diketahui tidak sah.

• Ungkapan “dari barang tertentu atau barang yang disifati di dalam tanggungan, atau suatu pekerjaan yang jelas” menunjukkan bahwa akad sewa-menyewa terbagi menjadi dua jenis:

  1. Sewa-menyewa atas manfaat suatu barang tertentu atau barang yang hanya ditentukan sifat-sifatnya.
    Contoh barang tertentu: “Aku menyewakan kepadamu rumah ini.”
    Contoh barang yang ditentukan sifatnya: “Aku menyewakan kepadamu seekor unta dengan sifat demikian untuk mengangkut barang atau untuk ditunggangi.”

  2. Sewa-menyewa atas pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu; seperti mengantarkan seseorang ke tempat tertentu, atau membangun sebuah tembok untuknya.

• Ungkapan “dengan jangka waktu yang jelas” maksudnya: disyaratkan agar sewa-menyewa atas manfaat berlangsung selama durasi yang terukur, seperti sehari atau sebulan.

• Ungkapan “dengan imbalan yang jelas” berarti besaran upah sewa harus diketahui.

Dari uraian ini tampak bahwa rangkuman syarat sahnya akad sewa-menyewa, untuk kedua jenis di atas, adalah: akad ditujukan pada manfaat, bukan pada barangnya; manfaat tersebut harus mubah; manfaat harus diketahui; bila barangnya belum ditentukan wujudnya maka harus dapat dipastikan dengan sifat-sifat yang terukur; durasi sewa harus diketahui; dan imbalan sewa pun harus diketahui.

Akad sewa-menyewa yang benar demikian adalah halal berdasarkan al-Qur’an, Sunnah, dan ijma‘. Allah Taʽâlâ berfirman: “Apabila mereka menyusukan (anak-anakmu) untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya,” dan firman-Nya: “Dan seandainya engkau mau, niscaya engkau dapat mengambil upah darinya.”

وقولهم: "معلومة": يخرج به المنفعة المجهولة؛ فلا يصح العقد عليها. وقولهم: " من عين معينة أو موصوفة في الذمة، أو عمل معلومة": يؤخذ منه أن الإجارة على نوعين: النوع الأول: أن يكون الإجارة على منفعة عين معينة أو عين موصوفة. مثال المعينة: آجرتك هذه الدار. ومثال الوصوفة: آجرتك بعيرًا صفته كذا للحمل أو الركوب. النوع الثاني: أن يكون الإجارة على أداء عمل معلوم؛ كأن يحمله إلى موضع كذا، أو يبني له جدارًا. قولهم: "مدة معلومة"؛ أي: يشترط أن يكون الإجارة على المنفعة لمدة محدودة؛ كيوم أو شهر. وقولهم: "بعوض معلوم"؛ معناه: أنه لا بد أن يكون مقدار الإجارة معلوما. وبهذا يتضح أن مجمل شروط صحة الإجارة بنوعها: أن يكون عقد الإجارة على المنفعة لا على العين، وأن تكون المنفعة مباحة، وأن تكون معلوم، وإذا كانت الإجارة على عين غير معينة؛ فلابد أن تكون مما ينضبط بالوصف، وأن تكون مدة الإجارة معلومة، وأن يكون العوض في الإجارة معلوما أيضا. والإجارة الصحيحة جائزة في الكتاب والسنة والإجماع: قال تعالى: ﴿فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ﴾ ، وقال تعالى: ﴿َوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْراً﴾ .

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie