al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Jenis ketiga: perdamaian antara suami-istri apabila dikhawatirkan terjadi perpecahan di antara keduanya.
Jenis keempat: ishlah antara dua pihak yang berselisih bukan dalam urusan harta.
Jenis kelima: ishlah antara dua pihak yang berselisih dalam urusan harta, dan inilah yang dimaksudkan di sini.
Jenis perdamaian yang terakhir ini terbagi menjadi dua bagian:
Pertama: perdamaian yang didasarkan pada pengakuan.
Kedua: perdamaian yang didasarkan pada pengingkaran.
Perdamaian yang didasarkan pada pengakuan terdiri atas dua bentuk:

  1. Perdamaian yang dilakukan atas sesuatu yang sejenis dengan hak yang diakui, dan
  2. Perdamaian yang dilakukan atas sesuatu yang tidak sejenis dengannya.
    Adapun perdamaian yang dilakukan atas sesuatu yang sejenis dengan hak—misalnya seseorang mengakui mempunyai utang sejumlah tertentu atau mengakui memegang suatu barang milik orang lain, lalu ia berdamai dengan cara membayar sebagian utang dan menggugurkan sisanya, atau dengan menghadiahkan sebagian barang dan mengambil bagian selebihnya—maka perdamaian seperti ini sah selama syarat tersebut tidak dicantumkan di dalam pengakuan. Contohnya apabila pihak yang berutang berkata, “Aku mengakui utangmu dengan syarat engkau memberiku atau menggantiku dengan ini dan itu,” atau pemilik hak berkata, “Aku bebaskan engkau atau kuhibahkan kepadamu dengan syarat engkau memberiku ini dan itu.” Perdamaian semacam ini termasuk perdamaian bersyarat sebagaimana telah kami sebutkan, padahal pemilik hak berhak menuntut seluruh haknya.
    Syarat sahnya bentuk perdamaian ini pula: tidak boleh menghalangi pemilik hak untuk mendapatkan haknya tanpa perdamaian itu, karena hal tersebut termasuk memakan harta orang lain secara batil dan hal itu diharamkan; selain itu, orang yang menanggung kewajiban wajib menyerahkan hak tersebut kepada pemiliknya tanpa syarat dan tanpa pengekangan.
    Disyaratkan pula pada bentuk perdamaian ini: pemilik hak harus orang yang secara syariat sah melakukan hibah; apabila ia termasuk orang yang tidak sah hibahnya, maka perdamaian tersebut tidak sah; sebagaimana bila
النوع الثالث: صلح بين الزوجين إذا خيف الشقاق بينهما. النوع الرابع: إصلاح بين متخاصمين في غير المال. النوع الخامس: إصلاح بين متخاصمين في الأموال، وهو المراد هنا. وهذا النوع من الصلح ينقسم إلى قسمين: الأول: صلح عن إقرار. والثاني: صلح عن إنكار. ١والصلح عن الإقرار نوعان: نوع يقع على جنس الحق، ونوع يقع على غير جنسه. فالذي يقع على جنسه مثل ما إذا أقر له بدين معلوم أو بعين مالية في يده، فصالحه على أخذ بعض الدين وإسقاط بقيته، أو على هبة بعض العين وأخذ البعض الآخر. وهذا النوع من الصلح يصح إذا لم يكن مشروطا في الإقرار، كأن يقول من عليه الحق: أقر لك بشرط أن تعطيني أو تعوضني كذا، أو يقول صاحب الحق: أبرأتك أو وهبتك بشرط أن تعطيني كذا، فإن هذا الصلح مشروطا على نحو ما ذكرنا؛ لم لأن صاحب الحق له المطالبة بجميع الحق. ويشترط لصحة هذا النوع من الصلح أيضا: أن لا يمنعه حقه بدونه؛ لأن ذلك أكل لمال الغير بالباطل، وهو محرم، ولأن من عليه الحق يجب دفعه لصاحبه بدون قيد ولا شرط. ويشترط أيضا لهذا النوع من الصلح: أن يكون صاحب الحق ممن يصح تبرعه، فإن كان ممن لا يصح تبرعه؛ لم يصح؛ كما لو كان

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie