al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[…karena ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhā pernah menginvestasikan harta Muhammad bin Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Perdagangkanlah harta-harta anak yatim agar tidak habis dimakan sedekah (zakat).”

Demikian pula, wali anak yatim menafkahinya dari hartanya sendiri secara patut.

Syaikhul Islām Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Disunnahkan memuliakan anak yatim, membahagiakannya, dan menolak penghinaan darinya; sebab menghibur hatinya merupakan salah satu maslahat terbesarnya.” Selesai.

Wali anak yatim juga boleh membeli hewan kurban untuknya dari hartanya apabila si yatim berkecukupan, karena Idul Adha adalah hari kegembiraan dan suka cita. Demikian pula, wali boleh menggunakan hartanya untuk mengajarkan perkara akhirat kepadanya, karena itu termasuk maslahatnya.

Apabila wali anak yatim miskin, ia boleh memakan dari harta si yatim sekadar upah yang sebanding dengan jasa yang ia berikan dalam mengurus hartanya. Allah Ta‘ālā berfirman, “Dan barang siapa miskin maka hendaklah ia makan dengan cara yang patut,” yakni: siapa pun yang membutuhkan nafkah sementara ia menjaga dan merawat harta anak yatim, maka hendaklah ia mengambil darinya sekadar secukupnya, dengan cara yang ma‘ruf.

Al-Imām Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini turun berkenaan dengan wali anak yatim yang mengurus dan memperbaiki keadaannya; apabila ia membutuhkan, ia boleh memakan darinya.” Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhā berkata, “Ayat ini turun…]

رضي الله عنها أبضعت مال محمد بن أبي بكر ﵃، وقال عمر ﵁: "اتجروا بأموال اليتامى كيلا تأكلها الصدقة". كما أن ولي اليتيم ينفق عليه من ماله بالمعروف. قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "ويستحب إكرام اليتيم وإدخال السرور عليه ودفع الإهانة عنه؛ فجبر قلبه من أعظم مصالحه" انتهى. ولولي اليتيم شراء الأضحية له من ماله إذا كان اليتيم موسرًا؛ لأنه يوم سرور وفرح، ولوليه أيضا تعليمه بالآخرة من ماله؛ لأن ذلك من مصالحه. وإذا كان ولي اليتيم فقيرًا؛ فله أن يأكل من مال اليتيم قدر أجرته لقاء ما يقدمه من خدمة لماله، قال تعالى: ﴿وَمَنْ كَانَ فَقِيراً فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ﴾ ؛ أي: ومن كان محتاجا إلى النفقة وهو يحفظ مال اليتيم ويتعاهده؛ ﴿فَلْيَأْكُلْ﴾ منه ﴿بِالْمَعْرُوفِ﴾ . قال الإمام ابن كثير: "نزلت في والي اليتيم الذي يقوم عليه ويصلحه إذا كان محتاجا أن يأكل منه، وعن عائشة قالت: أنزلت هذه الآية

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie