al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[hingga ia melunasi kewajibannya. Jika ia tetap bersikeras menunda, hakim akan turun tangan: menjual hartanya dan membayarkan utang-utangnya dari hasil penjualan tersebut, karena hakim berperan menggantikan pihak yang enggan dan demi menyingkirkan mudarat dari para kreditur. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak boleh menimbulkan mudarat dan tidak boleh membalas dengan mudarat.”

Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa orang berutang mempunyai dua keadaan.

Keadaan pertama: utangnya bertempo. Dalam hal ini ia tidak ditagih sebelum jatuh tempo dan tidak wajib melunasinya lebih awal. Jika harta yang ia miliki lebih sedikit daripada total utang bertempo, ia tidak dikenai pembatasan (ḥajr) karenanya dan tidak dilarang mengelola hartanya.

Keadaan kedua: utangnya telah jatuh tempo, dan si debitur di sini terbagi dua:

  1. Hartanya lebih banyak daripada utangnya. Ia tidak dikenai pembatasan atas hartanya, akan tetapi diperintahkan melunasi utang ketika krediturnya menuntut. Bila ia menolak, ia dipenjara dan dikenai taʿzîr sampai melunasi. Jika ia bertahan di penjara dan hukuman namun tetap enggan membayar, hakim turun tangan, melunasi utangnya dari hartanya, dan menjual apa pun yang perlu dijual untuk itu.

  2. Hartanya lebih sedikit daripada utang jatuh tempo. Dalam hal ini ia dikenai pembatasan mengelola hartanya apabila para kreditur memintanya, agar ia tidak merugikan mereka, berdasarkan hadis Kaʿb bin Mālik r.a.: “Rasulullah ﷺ menetapkan hajr atas Muʿādz dan menjual hartanya,” diriwayatkan oleh ad-Dāraqutnî dan al-Hâkim dan dinyatakan sahih. Ibnu Shalâh berkata, “Hadis ini sahih.”]

ذلك حتى يوفي ما عليه، فإن أصر على المماطلة؛ فإن الحاكم يتدخل فيبيع ماله ويسدد منه ديونه؛ لأن الحاكم يقوم مقام الممتنع، ولأجل إزالة الضرر عن الدائنين، وقد قال النبي ﷺ: "لا ضرر ولا ضرار". ومما مر يتضح أن المدين له حالتان: الحالة الأولى: أن يكون الدين مؤجلاً عليه؛ فهذا لا يطالب بالدين حتى يحل، ولا يلزمه أداؤه قبل حلوله، وإذا كان ما لديه من المال أقل مما عليه من الدين المؤجل؛ فإنه لا يحجر عليه من أجل ذلك، ولا يمنع من التصرف في ماله. الحالة الثانية: أن يكون الدين حالا؛ فللمدين حينئذ حالتان: الأولى: أن يكون ماله أكثر من الدين الذي عليه؛ فهذا لا يحجر عليه في ماله، ولكن يؤمر برفاء الدين إذا طالب بذلك دائنه، فإن امتنع؛ حبس وعزر حتى يوفي دينه، فإن صبر على الحبس والتعزير، وامتنع من تسديد الدين؛ فإن الحاكم يتدخل ويوفي دينه من ماله ويبيع ما يحتاج إلى بيع من أجل ذلك. الثانية: أن يكون ماله أقل مما عليه من الدين الحال؛ فهذا يحجر عليه التصرف في ماله إذا طالب غرماؤه بذلك؛ لئلا يضربهم؛ لحديث كعب بن مالك ﵁: "أن رسول الله ﷺ حجر على معاذ وباع ماله"، رواه الدارقطني والحاكم وصححه. وقال ابن الصلاح: "إنه حديث ثابت".

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie